DEPOK, KOMPAS.com - Pengamat pendidikan Indra Charismiadji menilai kasus dua mahasiswa di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) yang berciuman menjadi pengingat penting soal etika dan adab di lingkungan kampus.
Persoalan utama dalam peristiwa tersebut bukan terletak pada preferensi atau pilihan pribadi, melainkan pada ketidakmampuan membedakan ruang privat dan ruang publik.
"Jadi kita enggak usah bicara preferensinya ya, yang normal saja kalau itu dilakukan di kampus itu sudah melanggar etika dan adab, bukan tempatnya lagi," kata Indra kepada Kompas.com, Rabu (3/6/2026).
Baca juga: Duduk Perkara Mahasiswa PNJ Pakai Almamater UI yang Teriaki Polisi Saat Demo Mabes Polri
Tindakan yang dilakukan di ruang publik, terlebih di lingkungan kampus, patut menjadi perhatian.
Sebab, kampus merupakan institusi pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai etika, sopan santun, dan adab.
Bahkan jika tindakan serupa dilakukan oleh pasangan yang berbeda jenis kelamin, permasalahannya tetap sama apabila dilakukan di lingkungan kampus.
"Tetapi mungkin di sini adalah alarm bagi kita semua, jangan-jangan memang kita punya masalah besar dalam hasil pendidikan kita apa yang dihasilkan dalam sistem pendidikan nasional kita ternyata jauh dari apa yang dicita-citakan dalam konstitusi," kata Indra.
Menurut Indra, mahasiswa merupakan kelompok yang telah menempuh pendidikan tinggi sehingga seharusnya memiliki kemampuan untuk memahami batas antara perilaku yang layak dilakukan di ruang publik.
Baca juga: PNJ Panggil Mahasiswa yang Teriak ke Polisi saat Demo di Mabes Polri
"Ini adalah bukti, mahasiswa kita yang harusnya memiliki kemampuan intelektual tertinggi karena mereka terdidik saja tidak mampu membedakan tempat untuk melakukan kegiatan yang ranahnya privat dan mana yang publik," kata Indra.
Pernyataan itu disampaikan Indra menanggapi viralnya video yang memperlihatkan dua pria berciuman di kawasan kampus PNJ, Depok.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @depokuntuksemua, keduanya terlihat berada di sebuah lorong yang diduga berada di depan ruang perpustakaan kampus.
Namun, tidak dijelaskan kapan peristiwa tersebut terjadi.
Pada bagian lain video, kedua pria itu tampak didatangi sejumlah mahasiswa.
Mereka kemudian dimintai keterangan mengenai identitasnya setelah kepergok melakukan aksi tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




