HARIAN.FAJAR.CO.ID, TORAJA UTARA — Perburuan kepada pelaku penyalahgunaan BBM di Toraja sedang gencar-gencarnya.
Di mana dari dua sopir mobil pelaku pelangsir BBM berinisial NR, yang saat itu mobilnya terbakar di SPBU Alang-alang, Toraja Utara, Sulsel, telah menyerahkan diri beberapa waktu lalu.
NR merupakan warga Kecamatan Rantetayo, Tana Toraja.
Saat melakukan aksinya, NR menggunakan mobil kijang dengan nomor plat polisi (nopol) diduga kuat palsu.
Sedangkan, satu sopir pelangsir lainnya yang membawa mobil avanza dengan nomor plat DP 1438 YZ, masih dalam pengejaran.
Hal ini disampaikan oleh Kanit Tipidter Polres Toraja Utara, Ipda Abdi Musrya, mengatakan bahwa untuk sopir tersebut telah dikantongi identitasnya.
“Kalau yang satu orang itu menyerahkan diri, dan di peristiwa yang serupa satu pelaku itu masih kabur tapi kami telah mengantongi identitasnya,” ucapnya kepada Harian Fajar, Rabu, 3 Juni.
Ia berharap agar masyarakat tetap bersabar dan terus memantau perkembangan kasus ini.
“Tentu kami terbuka, intinya kami akan buru apalagi identitasnya kami sudah punya,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa untuk sopir yang telah menyerahkan diri, karena masih mendapatkan perawatan luka bakar yang cukup serius dan terbilang koperatif.
“Jadi kami (Polres Toraja Utara) tidak tahan karena masih dalam kondisi luka bakar yang cukup parah masih dalam perawatan berobat. Namun yang bersangkutan koperatif dan apabila di panggil ke kantor Polres Toraja Utara bersedia hadir,” jelasnya.
Pemeriksaan manajemen SPBU Alang-alang dan SPBU Bua telah dilakukan.
“Jadi untuk kedua pemilik SPBU itu, kami telah lakukan pemeriksaan. Tinggal menunggu hasil, apakah akan ada tersangka lain atau seperti apa, intinya masih dalam proses penyelidikan,” imbuhnya.
Sebelumnya Polda Sulsel telah merilis pada hari ini, perihal pengungkapan 37 kasus penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi di wilayah Sulawesi Selatan, termasuk sindikat penyelundupan 120.000 liter BBM subsidi ke Kalimantan Tengah.
Operasi ini berhasil menangkap sejumlah tersangka dan mengamankan barang bukti berupa kapal pengangkut hingga truk tangki modifikasi.
Termasuk rilis penangkapan di wilayah Nanggala Toraja Utara beberapa waktu lalu, dimana perihal kasus yang sama (ujar Kanit Tipidter Polres Toraja Utara, Ipda Abdi Musrya, kepada Harian Fajar).
Edy





