BULL Bicara Prospek Masa Depan Pasar Kapal Tanker Minyak di Tengah Konflik AS-Iran

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) buka suara soal prospek masa depan industri pengangkutan minyak (kapal tanker).

BULL Bicara Prospek Masa Depan Pasar Kapal Tanker Minyak di Tengah Konflik AS-Iran. (Foto Istimewa)

IDXChannel - PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) buka suara soal prospek masa depan industri pengangkutan minyak (kapal tanker).

Dilansir dari keterbukaan informasi BEI, Rabu (3/6/2026), manajemen BULL menyatakan, jika perang Amerika Serikat (AS)-Iran berlanjut, tarif sewa kapal tanker minyak diperkirakan akan tetap tinggi. Namun, jika perang mereda, manajemen memperkirakan tarif bisa menguat.

Baca Juga:
BULL Tambah Armada Kapal Tanker LNG di Tengah Ketegangan Geopolitik Timur Tengah

Sejumlah faktor yang bisa menguatkan tarif yakni volume produksi minyak dan LNG yang substansial akan dipulihkan, sejumlah besar minyak dan LNG yang disimpan di Teluk Persia perlu segera diangkut, dan minyak yang diambil dari cadangan global harus dipulihkan.

Faktor lainnya, kata manajemen BULL, untuk meningkatkan ketahanan, negara konsumen akan berupaya meningkatkan cadangan mereka dan mendiversifikasi sumber minyak dan LNG mereka.

Baca Juga:
BULL Diuntungkan Lonjakan Tarif Kapal, Kinerja 2026 Diproyeksi Melonjak

Faktor terakhir, pencabutan sanksi terhadap minyak Iran akan berarti potensi peningkatan permintaan atas kapal tanker minyak yang memenuhi syarat sebanyak lebih dari 2,5 juta barel minyak per hari.

Baca Juga:
Laba Buana Lintas (BULL) Melejit 141 Persen di Kuartal I-2026, Ini Deretan Faktor Penopangnya

Selain itu, kapal tanker LNG yang baru diterima akan mulai berkontribusi pada kinerja keuangan perseroan pada kuartal II-2026.

"Ke depannya, perseroan memperkirakan kinerja keuangan untuk kuartal II-2026 akan terus meningkat secara substansial dibandingkan dengan kuartal I-2026," katanya.

Manajemen BULL juga merencanakan untuk pengembangan substansial armada kapal tanker minyak dan LNG dalam waktu dekat melalui pembelian kapal serta potensi peluang akuisisi sebagai respons terhadap pasar kapal tanker minyak dan LNG yang kuat berkelanjutan.

Selain itu, perseroan juga akan menjalankan strateginya untuk mengembangkan perseroan melalui empat pilar strategis yakni transportasi minyak mentah dan produk minyak, transportasi LNG, Floating Production Storage and Offloading (FPSO) serta unit Floating Storage and Offloading (FSO) untuk produksi dan penyimpanan minyak mentah dan gas alam lepas pantai, dan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) untuk regasifikasi LNG.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Moody’s  Beri Peringkat Baa2 Ke Danantara, Outlook Negatif
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Arsip Foto ”Kompas”: Api Mengintai Permukiman Padat di Jakarta
• 6 jam lalukompas.id
thumb
BRI Group Distribusikan Lebih dari 5000 Hewan Kurban di Indonesia
• 6 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Skandal Riset Palsu WNI di Luar Negeri, Kemendiktisaintek Siapkan Proses Hukum
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prakiraan Cuaca Sulsel 3 Juni 2026: Makassar Cerah Berawan, Gowa dan Bone Hujan Ringan
• 11 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.