Riset: Pengguna Ojol Tetap Bertahan meski Diskon Berkurang, Asal Tarif Tak Naik

katadata.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Mayoritas pengguna ojol di Indonesia tidak berencana beralih ke moda transportasi lain meskipun promosi atau diskon yang diberikan platform berkurang. Namun, mereka tetap sensitif terhadap harga dan menaruh perhatian besar pada tarif layanan.

Temuan tersebut tertuang dalam riset Paramadina Public Policy Institute (PPPI) dan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) bertajuk Masa Depan Ojek Online. Survei dilakukan terhadap 1.000 pengemudi ojol dan 1.000 penumpang.

Hasil survei menunjukkan 71% penumpang akan tetap menggunakan layanan ojol meskipun promosi berkurang. Temuan ini menunjukkan loyalitas pengguna lebih banyak dipengaruhi oleh kualitas layanan dibandingkan insentif jangka pendek berupa diskon.

Dalam survei tersebut, faktor harga menjadi pertimbangan utama bagi penumpang saat memilih layanan ojol, yakni 81%. Faktor berikutnya yaitu kualitas layanan 71%, kemudahan menggunakan aplikasi 67%, waktu tunggu 53%, fitur keamanan dan keselamatan 51%, reputasi platform 45%, akurasi peta perjalanan 33%, serta asuransi kecelakaan 25%.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai aspek kualitas layanan yang paling mereka rasakan, responden memberikan jawaban yang beragam. Sebanyak 30% menyebut kenyamanan sebagai alasan utama menggunakan ojol. Disusul efisiensi waktu 28%, sudah terbiasa menggunakan layanan tersebut 22%, aksesibilitas yang baik 15%, dan hanya 6% yang menyatakan tidak memiliki alternatif lain.

"Karena penumpang sudah nyaman dan terbiasa, aksesnya mudah, sehingga ketika promosi berkurang, mereka tidak berpindah," kata Direktur Program INDEF Eisha Maghfiruha Rachbini dalam diskusi di Jakarta, Rabu (3/6).

Meski demikian, Eisha menilai hasil survei tersebut juga menunjukkan bahwa harga tetap menjadi faktor paling penting bagi konsumen. Oleh karena itu, menjaga tarif layanan tetap kompetitif menjadi hal yang krusial bagi platform.

Temuan serupa terlihat dari sisi pengemudi. Mayoritas driver memahami promosi sebagai strategi platform untuk menarik lebih banyak pesanan.

Sebanyak 78% pengemudi mengaku merasakan peningkatan jumlah order berkat promosi yang diberikan platform. Selain itu, 58% menyatakan pendapatannya ikut meningkat.

Dampak Komisi Ojol Turun Jadi 8%

Ekonom Prasasti Policy Center Piter Abdullah menilai sensitivitas konsumen terhadap harga perlu menjadi perhatian dalam pembahasan kebijakan industri ojol, termasuk penurunan komisi aplikator dari 20% menjadi 8%.

Menurut dia, penurunan komisi belum tentu otomatis meningkatkan kesejahteraan pengemudi apabila pada akhirnya memicu kenaikan tarif bagi pelanggan.

"Komisi turun jadi 8%, ini pasti akan berdampak terhadap industri. Industri biasanya membebankan ke pelanggan. Kalau dibebankan ke sana, larinya ke tarif," kata Piter dalam acara yang sama.

Ia menjelaskan, tujuan awal kebijakan tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi berpotensi tidak tercapai apabila kenaikan tarif justru membuat jumlah pesanan menurun.

Piter menilai salah satu alasan utama driver tetap loyal terhadap suatu platform adalah ketersediaan order yang konsisten. Oleh karena itu, jika perubahan struktur biaya berujung pada kenaikan tarif, maka permintaan bisa melemah.

"Kekhawatirannya ada dua. Pertama, penerimaan driver turun bukan karena komisinya, tetapi karena jumlah order berkurang. Kedua, penurunan order berdampak pada kesiapan industri untuk berinovasi," ujarnya.

Menurut Piter, berkurangnya kemampuan industri untuk berinvestasi dan berinovasi pada akhirnya dapat memengaruhi kualitas layanan. Padahal, industri digital merupakan sektor yang berkembang sangat cepat dan membutuhkan investasi berkelanjutan agar tetap kompetitif.

Oleh karena itu, hasil survei PPPI dan INDEF menunjukkan bahwa berkurangnya promosi kemungkinan tidak akan membuat mayoritas pengguna meninggalkan layanan ojol. Namun, kondisi bisa berbeda apabila perubahan kebijakan menyebabkan tarif menjadi lebih mahal, mengingat harga tetap menjadi pertimbangan utama bagi konsumen saat menggunakan layanan ojek online.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Akhir Perjalanan Dadan Hindayana Jadi Kepala BGN Usai Dicopot Prabowo
• 12 jam laludetik.com
thumb
Kerja Sama Rudal AS-Jepang Diperkuat, Indo-Pasifik dan Eropa Bersatu Hadapi Ancaman Tiongkok
• 6 jam laluerabaru.net
thumb
Satgas Haji Tangani 59 Kasus pada Musim Haji 2026: Korban Capai 550 Orang, Ada Penipuan
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
DPRD Sulsel Dalami Polemik Seleksi Paskibraka, Kesbangpol Bantah Tes Bahasa Daerah Jadi Penentu
• 22 jam laluterkini.id
thumb
Gelombang Rudal dan Drone Rusia Hantam Sejumlah Kota Ukraina
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.