PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan sebagian besar lahan untuk proyek jalur double-double track (DDT) Bekasi-Cikampek sudah dibebaskan.
Proyek direncanakan mulai dibangun pada periode 2027-2029. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan proses pembebasan lahan untuk proyek DDT sebagian besar telah selesai dilakukan.
“Sudah sebagian besar kan sudah bebas lahannya. Hanya ada sebagian beberapa ruas yang kita nanti akan bebaskan,” ujar Bobby, ketika ditanya wartawan di Gedung Parlemen, Senayan, Rabu (3/6).
Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan proyek DDT Bekasi-Cikarang telah masuk dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) 2027-2029.
“Sekarang kan tadi masuk Renstra 2027-2029. Ya (mulai dibangun) 2027-2029,” kata Dudy usai rapat bersama Komisi V DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (21/5).
Meski demikian, Dudy belum merinci kebutuhan anggaran proyek DDT itu. Menurut dia, pembiayaan pembangunan akan disesuaikan dengan penganggaran dalam Renstra 2027-2029.
“Itu sudah masuk renstra, nanti tentunya kami akan minta di anggarannya untuk 2027-2029,” ujarnya.
Proyek DDT Bekasi-Cikarang menjadi salah satu upaya pemerintah meningkatkan kapasitas dan keandalan layanan kereta di wilayah Jabodetabek, terutama untuk memisahkan jalur kereta jarak jauh dan KRL Commuter Line agar operasional lebih efisien.
Selain proyek Bekasi-Cikarang, Kemenhub juga tengah melanjutkan pembangunan DDT Manggarai-Jatinegara. Menhub menargetkan proyek tersebut dapat selesai pada akhir 2027 dan mulai beroperasi pada 2028.





