Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur melantik 65 kepala sekolah SMA SMK, dan SLB negeri di Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (3/6/2026).
Dia menginstruksikan kepala sekolah yang baru dilantik untuk segera bekerja meningkatkan mutu pendidikan di sekolah masing-masing.
Menurut Khofifah, tantangan kepala sekolah saat ini semakin besar seiring meningkatnya capaian pendidikan Jawa Timur.
Dia menyinggung keberhasilan Jatim yang kembali menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) pada 2026.
“Prestasi kita sudah luar biasa. Jadi kerja keras kepala sekolah, guru, siswa, dan wali murid komite sebelumnya itu luar biasa,” kata Khofifah di Grahadi.
Gubernur Jatim menilai, capaian tersebut menjadi indikator kinerja satuan pendidikan sekaligus bagian dari upaya menyiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi.
Pemerataan kualitas pendidikan, sambungnya, juga terus didorong melalui program Madura Mau Naik Kelas di empat kabupaten di Pulau Madura.
Khofifah mengatakan, program tersebut mulai menunjukkan hasil dengan meningkatnya jumlah siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP maupun SNBT di empat kabupaten di Pulau Madura.
“Artinya bahwa kita berharap pemerataan kualitas pendidikan ini makin bisa dirasakan oleh seluruh elemen seluruh area di Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.
Pelantikan kepala sekolah kali ini juga dilakukan menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, sehingga para kepala sekolah yang baru dilantik diminta segera menjalankan tugas tanpa masa penyesuaian.
Sementara itu, Aries Agung Paewai Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur mengatakan jumlah kepala sekolah yang semula diusulkan untuk dilantik mencapai 88 orang. Namun setelah melalui proses evaluasi, hanya 65 orang yang siap dilantik.
“Hari ini adalah 88 sebenarnya. Karena ini kan berproses. Namun di BKN ada berapa evaluasi. Jadi dari 88 itu yang siap dilantik hari ini adalah 65,” kata Aries.
Dari total tersebut, sebanyak 30 orang merupakan promosi dari guru menjadi kepala sekolah, sedangkan 35 lainnya merupakan hasil rotasi dan mutasi jabatan.
Aries menjelaskan, sebanyak 23 calon kepala sekolah batal dilantik karena terbentur aturan masa jabatan kepala sekolah yang dibatasi maksimal dua periode.
“Nah, 65 berarti ada sekitar 23 yang gagal dilantik karena memang aturannya bahwa yang sudah 2 periode tidak bisa lagi pindah di tempat yang berbeda karena memang mengikat aturan yang mengatakan bahwa kepala sekolah cukup sama 2 periode. 1 periode itu 4 tahun,” jelasnya.(wld/iss/rid)




