Jelang HUT ke-70, Asuransi Astra Buana Beberkan Strategi Pertumbuhan Bisnis

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

PT Asuransi Astra Buana menjelaskan strategi bisnis menjelang usia ke-70 tahun pada 12 September 2026 mendatang, di tengah lesunya pertumbuhan industri kendaraan bermotor yang menjadi salah satu inti bisnis asuransi perusahaan.

Presiden Direktur Asuransi Astra, Maximiliaan Agatisianus, mengatakan selama tujuh dekade ini perusahaan melewati berbagai fase dan siklusi bisnis, dimulai dari hanya berfokus kepada asuransi kendaraan bermotor, Garda Oto, hingga merambah pada produk lain.

Pada fase perkembangan (growth) tersebut, lanjut dia, Asuransi Astra berhasil menjadi pemimpin pasar asuransi kendaraan bermotor pada masanya. Kemudian, perusahaan merambah kepada fase ekspansi.

"Dalam perjalanan yang kita melalui siklus-siklus tadi, tentunya kita tidak hanya tinggal diam, sehingga tetap relevan sampai usia tujuh dekade ini," kata Maximiliaan saat Media Conference, Rabu (3/6).

Maximiliaan melanjutkan, perusahaan menambah produk asuransi untuk mendiversifikasi bisnisnya, yakni asuransi komersial yang saat ini menjadi kontribusi pendapatan terbesar mencakup industri aset dan properti, alat berat, hingga logistik.

Kemudian, perusahaan juga menambah lini usaha produk asuransi kesehatan. Menurutnya, hal ini dilakukan agar perusahaan tetap relevan dengan tren dan kebutuhan masyarakat.

"Kita melihat memang untuk tetap terus relevan di bisnis, kita harus menjawab kebutuhan, tantangan yang ada di industri, sehingga kita dari waktu ke waktu portofolio kita berkembang, jadi kita selalu lakukan diversifikasi," tutur Maximiliaan.

Pasalnya, jika perusahaan hanya bertahan pada sektor kendaraan bermotor sebagai bisnis inti, Maximiliaan meyakini bahwa perusahaan tidak akan berkembang, apalagi di tengah kontraksi industri dalam 3 tahun ke belakang.

"Industri kendaraan motor saat ini sampai dengan 3 tahun terakhir mengalami pressure, tentunya juga asuransi kendaraan motor pasti juga terdampak. Tahun lalu untuk pertama kalinya asuransi kendaraan motor mengalami kontraksi, jadi mengalami penurunan," ungkapnya.

Selain strategi diversifikasi, Maximiliaan juga menyebutkan pengembangan dan regenerasi sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting bagaimana perusahaan bisa tetap bertahan hingga saat ini.

"Salah satu kuncinya adalah bagaimana asuransi Astra melakukan regenerasi terhadap orang, dan khususnya bukan hanya masalah kebutuhan bisnis, juga kualitas dari para profesinya," tuturnya.

Maximiliaan mencatat, saat ini porsi portofolio produk asuransi kendaraan bermotor terhadap pendapatan perusahaan sebesar 35 persen, sementara produk asuransi komersial mencapai 40-42 persen.

Kemudian, asuransi kesehatan berkontribusi sekitar 20-22 persen. Dia menilai, perusahaan masih fokus pada pengembangan bisnis internal, sehingga belum ada rencana untuk merger atau akuisisi perusahaan lain.

"Kita membuka ekspansi dalam rangka bisnis kita growth, dan juga relevan dari waktu ke waktu melalui diversifikasi. Tapi kalau ditanya akuisisi, sampai saat ini kami masih fokus organic growth, terutama dari segmen kendaraan bermotor, komersial, maupun asuransi kesehatan, kita lihat peluang masih tumbuh banyak," tandas Maximiliaan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Reaksi Tak Terduga Kakang Rudianto saat Menerima Bonus Rp1 Miliar dari KDM, Persib Bandung Ucapkan Terima kasih
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Serangan Rudal dan Drone Rusia Tewaskan Setidaknya 23 Orang di Ukraina
• 6 jam laluokezone.com
thumb
Empat Bayi Harimau Sumatera Langka Lahir Alami di Taman Safari Prigen Pasuruan
• 3 jam laluberitajatim.com
thumb
KPK Bawa Barbuk OTT Kantor Imigrasi ke Gedung Merah Putih, Ada Baby Benz hingga Motor Triumph
• 31 menit laluokezone.com
thumb
Truk Boks Tabrak 3 Motor dan Gerobak Pedagang di Bekasi, Diduga Sopir Mengantuk
• 6 menit lalukompas.com
Berhasil disimpan.