Harga Kedelai Meroket, Perajin Tahu di Banyuwangi Perkecil Ukuran

beritajatim.com
2 jam lalu
Cover Berita

Banyuwangi (beritajatim.com) – Perajin tahu yang menggunakan bahan baku utama dari kedelai impor mengeluhkan keuntungan yang terus menipis. Hal tersebut sedikit banyak merupakan dampak dari nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang saat ini telah menembus angka Rp17.944.

Perajin tahu di Kelurahan Penatigan, Kecamatan Banyuwangi, Nurul Hakim, yang telah membuat tahu sejak 2005, bersyukur hingga saat ini masih terus beroperasi meski perlahan harga berbagai bahan baku meningkat.

“Dampaknya besar sekali. Harga kedelai dalam lima bulan terakhir ini sudah naik Rp2 ribu per kilogram. Desember lalu harganya Rp8.500 per kilogram. Sekarang sudah Rp10.500 per kilogram,” katanya.

Sebelumnya, Hakim mengaku usaha itu telah dijalankan oleh kedua orang tuanya sejak 1979. Di kelurahan yang sama, beberapa perajin tahu sempat bermunculan. Lima tahun lalu misalnya, terdapat tiga perajin tahu. Namun, dua di antaranya gulung tikar karena tidak mampu mempertahankan laba. Hingga saat ini, beruntung usaha Hakim masih tetap berjalan.

Saat ini, Hakim mengolah tahu di dapur samping rumahnya. Lokasinya persis berdempetan dengan bangunan utama tempat tinggal yang dinamai “House of Tofu”.

Selain Jumat dan Minggu, aktivitas pembuatan tahu berlangsung setiap hari di dapur itu sejak pagi hari bersama seorang karyawannya. Sementara pada akhir pekan, Hakim membersihkan kedelai untuk stok produksi.

Sebanyak 1,25 kuintal kedelai digiling hingga halus sebelum dimasukkan ke dalam panci berukuran sangat besar. Setelah beberapa proses berlangsung, seorang karyawan bertugas memisahkan ampas dan sari pati kedelai menggunakan kain besar.

Ampas disisihkan untuk pakan ternak atau bahan tempe gembos. Sementara sari pati dipadatkan dalam cetakan untuk diolah menjadi tahu. Tahu yang sudah padat berbentuk kotak besar, kira-kira berukuran 60 cm x 60 cm, lalu dipotong kecil untuk dipasarkan.

“Harga bahan baku naik. Tapi tidak mungkin saya naikkan harga jual. Paling ukuran potongannya saya kecilkan sedikit,” kata Hakim.

Ukuran tahu putih yang dijual Hakim memiliki lebar sekitar tiga jari orang dewasa. Ia menjualnya seharga Rp4 ribu per 10 biji. Hakim juga menjual tahu goreng. Harganya sedikit lebih mahal, yakni Rp5.500 per 10 biji. Dapur Hakim rata-rata memproduksi sekitar 5.500 biji tahu dalam sehari.

“Saya menggoreng sendiri. Dulu ada pekerja khusus bagian menggoreng. Sudah tua dan sudah lama tidak bisa bekerja. Lalu saya pekerjakan seorang anak muda. Tapi hasil gorengannya kurang bagus. Banyak tahu yang rusak sehingga saya rugi,” katanya.

Hakim menambahkan bahwa dirinya sudah terbiasa menghadapi lonjakan harga kedelai impor. Pada 2019, ia pernah mengalami kenaikan harga kedelai yang sangat ekstrem. Saat itu, harga kedelai naik dua kali lipat dari Rp7 ribu per kilogram menjadi Rp14 ribu per kilogram. Hakim mau tidak mau harus menaikkan harga jual sekitar 60 persen.

“Harganya masih sama seperti sekarang. Jadi kalau sekarang harga kedelai Rp10.500 per kilogram, sebenarnya masih ada untung. Hanya saja ukurannya yang jadi lebih tipis,” jelasnya.

Di tengah kondisi ekonomi yang semakin menantang, ia berharap harga kedelai bisa terkendali dan tidak terus mengalami kenaikan. Ia khawatir usahanya akan terdampak buruk apabila biaya yang harus dikeluarkan untuk bahan baku lebih besar dibandingkan pendapatan kotornya.

“Apalagi sekarang listrik juga naik sehingga pengeluaran bertambah. Biasanya tagihan listrik saya satu bulan Rp1,2 juta, sekarang menjadi Rp1,7 juta,” jelasnya. [kun]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menhan di Depan Komcad ASN: Birokrasi Harus Kuat, Waspada Pengaruh Ideologi Luar
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Hadiri Konsolidasi MBG di Sentul, Kepala BGN Nanik Sampaikan Laporan
• 1 jam laludetik.com
thumb
Terungkap Sumber Api Kebakaran Kemayoran, Diduga Berasal dari Kompor
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Terkuak, Alasan Mantan Istri Dalangi Pembunuhan Pengusaha Korsel
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Sinopsis Drama China Derailment, Perjuangan Jiang Xiao Yuan Mencari Identitas di Dunia Paralel
• 13 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.