SURABAYA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juanda mengimbau masyarakat Jawa Timur untuk mewaspadai fenomena bediding yang diperkirakan terjadi selama puncak musim kemarau pada Juli hingga September 2026.
Fenomena ini umum terjadi setiap tahun dan menyebabkan suhu udara terasa jauh lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari.
Menurut BMKG melalui akun Instagram @infobmkgjuanda, bediding atau bedhidhing merupakan kondisi udara yang terasa sangat dingin saat musim kemarau.
Fenomena ini biasanya ditandai dengan suhu udara yang menurun drastis pada malam dan pagi hari, sementara siang hari cenderung terasa lebih hangat.
Akibatnya, perbedaan suhu antara siang dan malam menjadi cukup besar.
Baca Juga: Peringatan Dini Cuaca BMKG 4-5 Juni 2026, Puluhan Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
BMKG menjelaskan bediding dipicu oleh beberapa faktor atmosfer. Salah satunya adalah pengaruh angin Monsun Timur yang berasal dari Australia.
Saat Australia memasuki musim dingin, massa udara yang dingin dan kering bergerak menuju Indonesia.
Dampaknya paling terasa di wilayah selatan Indonesia, termasuk Jawa Timur.
Selain itu, kondisi langit yang cerah dengan minim tutupan awan pada musim kemarau membuat panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih mudah terlepas ke atmosfer pada malam hari melalui proses radiasi.
Penulis : Dian Nita Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- jawa timur
- bediding
- bmkg
- suhu dingin





