Dari Buruh Pabrik Jadi Pengasah Pisau, Jalan Panjang Marno Menjemput Rezeki

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com - Suara derit roda sepeda tua terdengar pelan menyusuri jalan-jalan perumahan di Kota Depok.

Di atas sepeda modifikasi yang telah menemaninya selama bertahun-tahun, Sumarno (70), atau yang lebih dikenal sebagai Marno, membawa sebuah mesin gerinda, batu asah, dan papan bertuliskan “ASAH PISAU Rp1.000”.

Pemandangan seperti ini semakin jarang ditemui di tengah kota yang terus berkembang.

Namun, bagi sebagian warga Depok, kehadiran Marno bukan sekadar penyedia jasa, melainkan bagian dari kenangan masa lalu yang masih bertahan di tengah perubahan zaman.

Selama lebih dari satu dekade, Marno mengelilingi berbagai kawasan permukiman di Depok untuk menawarkan jasa mengasah pisau, golok, pacul, hingga linggis.

Baca juga: Cincin Donat Dukuh Atas Jakpus Mulai Dibangun Bulan ini, Target Rampung 2028

Di saat banyak profesi tradisional mulai menghilang, ia memilih tetap bertahan.

“Selama masih kuat bekerja, saya akan terus bekerja. Yang penting jangan sampai punya utang, tetap bersyukur, dan tidak mengeluh,” kata Pak Marno saat ditemui di rumah kontrakannya di Sukmajaya, Depok, Rabu (3/5/2026).

Jauh sebelum dikenal sebagai pengasah pisau keliling, kehidupan Marno dihabiskan sebagai pekerja pabrik.

Ia pernah bekerja di sebuah pabrik besi di Jakarta.

Namun ketika perusahaan memutuskan memindahkan operasional ke Tangerang, ia memilih tidak ikut pindah karena alasan keluarga.

Keputusan itu membuatnya harus mencari pekerjaan lain.

“Saya keluar dari pabrik karena keluarga tidak mau pindah. Setelah itu sempat jadi penyapu jalan di Sudirman selama tiga tahun,” ujar dia.

Perjalanan hidupnya belum berhenti di sana. Sekitar tahun 1998, setelah masa Tragedi Semanggi, ia bekerja di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Awalnya bertugas menjaga kebersihan sebelum mengikuti pelatihan selama tiga bulan dan akhirnya menjadi operator pengisian bahan bakar.

Namun, seiring bertambahnya usia, pekerjaan tersebut tidak lagi dijalani. Ilmu yang pernah diperolehnya saat bekerja di pabrik justru menjadi bekal penting untuk bertahan hidup.

Di pabrik besi, ia pernah belajar tentang pengolahan dan penajaman logam dari atasannya.

Keterampilan itulah yang kemudian menjadi modal utama saat memutuskan menjadi pengasah pisau keliling.

“Saya tidak pernah terpikir akan jadi pengasah pisau. Tapi ilmu yang dulu diajarkan bos ternyata masih bisa dipakai sampai sekarang,” kata dia.

Baca juga: Air PAM di 45 Kelurahan Jakarta Akan Mati Mulai Jumat Malam, Kapan Kembali Normal?

Sepeda tua jadi rekan kerja

Alat kerja Marno tidak seperti jasa pengasah modern yang memiliki bengkel tetap. Seluruh peralatannya dibawa menggunakan sepeda modifikasi.

Berdasarkan pengamatan lapangan, sepeda tersebut telah mengalami berbagai perubahan agar dapat mengangkut perlengkapan kerja.

Pada bagian depan terpasang papan besar bertuliskan “ASAH PISAU Rp1.000” yang mudah terlihat oleh warga.

Di bagian tengah terdapat mesin gerinda listrik yang dipasang permanen pada rangka sepeda. Mesin ini digunakan untuk proses awal penajaman bilah pisau atau alat lainnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Setelah itu, proses dilanjutkan menggunakan batu asah manual untuk menghasilkan ketajaman yang lebih halus.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cerita Produsen Mobil Dunia yang Kesulitan Bersaing dengan China
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Didorong Sediakan Layanan Psikososial Korban Kebakaran di Kemayoran
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Progres Tembus 93,07 Persen, Waskita Karya Kebut Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Pencemaran Mikroplastik Ada di Manusia, Simak Bahayanya Bagi Tubuh
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rifaldy Fajar Terduga Riset Palsu Minta Maaf Ngaku Salah, Bagaimana Nasibnya?
• 7 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.