Anak 3 Tahun Diikat Ibunya dalam Rumah di Bantul, Tetangga Dengar Tangisan Lirih

grid.id
4 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Memilukan, anak 3 tahun diikat ibunya dalam rumah di Bantul. Awalnya tetangga mendengar suara tangisan lirih dan temukan balita tersebut dalam kondisi mengenaskan.

Kasus penganiayaan dan penelantaran anak terjadi di sebuah rumah kontrakan di Padukuhan Kedaton, Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Seorang anak berusia 3 tahun berinisial ACB, diikat dan ditinggalkan sendirian di dalam rumah oleh ibunya berinisial TKS (25) pada Senin (1/6/2026).

Kisah tragis penyelamatan balita tersebut diungkap oleh sang pemilik kontrakan, Muhamad Astrianto Sofi W alias Mamat. Menurut kesaksian salah seorang penghuni kontrakan, ia melihat ibu balita tersebut, TKS pergi meninggalkan rumah dengan terburu-buru mengendarai sepeda motornya, Senin (1/6/2026) petang.

Anak 3 tahun diikat ibunya dalam rumah di Bantul awalnya terungkap setelah tetangga mendengar suara tangisan lirih. Setelah magrib, suara tangisan anak kecil terdengar sayup-sayup dari dalam rumah.

"Setelah magrib itu tetangga kosnya dengar suara anak nangis tapi hanya pelan," kata Mamat, dikutip dari Kompas.com.

Karena suara tangisan tersebut tak kunjung berhenti, tetangga pun mulai curiga. Ia kemudian menghubungi sang pemilik kontrakan. Mamat yang mendapat laporan tersebut langsung mendatangi lokasi sekira pukul 21.00 WIB.

Setelah tiba di lokasi, Mamat mengetuk pintu rumah yang menjadi sumber suara tangisan. Ia mengetuk beberapa kali namun tidak ada yang membukakan pintu.

Saat itu suara tangisan anak kecil masih terdengar lirih. Karena curiga, Mamat kemudian mengambil linggis dan membuka paksa jendela rumah kontrakan.

"Karena curiga, saya lalu ambil linggis dan mencongkel jendela kontrakannya," lanjut Mamat.

Setelah jendela terbuka, Mamat berusaha masuk melalui jendela namun tubuhnya tidak muat. Ia pun meminta bantuan salah satu penghuni kos untuk merangsek masuk.

Pemandangan Memilukan

Baca Juga: Kronologi Perawat Klinik Gigi di Tangerang Ditusuk Pasien, Ini Pengakuan Pelaku

 

Sesampainya di dalam, pemandangan memilukan terlihat di pojok kamar. Ada seorang anak kecil yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan dan tidak berdaya.

Di pojok ruangan tersebut, balita berinisial ACB terlihat hanya mengenakan baju dan pampers dengan kedua tangan dan kaki diikat lakban. Selain itu, mulut bocah malang tersebut juga ditutup dengan lakban warna bening.

"Sampai di dalam kamar ternyata di pojokan kamar ada anak hanya pakai baju dan pampers dengan kondisi kedua tangan, kedua kaki dan mulutnya terikat lakban warna bening," terang Mamat.

Kondisi balita tersebut semakin memilukan karena tubuhnya terpapar AC dan kipas angin yang sengaja diarahkan kepadanya. Beruntung, lakban di mulut bocah itu sedikit terbuka sehingga suaranya masih bisa terdengar sayup-sayup dari luar.

Bocah itupun langsung dikeluarkan dari ruangan oleh warga. Mereka kemudian membuka lakban yang mengikat erat kedua tangan dan kaki balita malang tersebut.

Setelah itu, warga melaporkan kejadian ini ke Ketua RT dan polisi.

"Baru dicopot lakbannya, setelah itu saya langsung bilang pak RT dan polisi," lanjutnya.

Setelah proses evakuasi tersebut, warga kemudian berusaha menghubungi ibu bayi tersebut, namun tidak berhasil. Nomor TKS rupanya tidak aktif, sehingga warga kemudian menghubungi ayah bocah tersebut.

Diketahui, suami TKS atau ayah kandung balita tersebut tengah merantau di Jakarta. Setelah dihubungi warga, ayah bocah tersebut akhirnya pulang pada Selasa (2/6/2026) pagi.

"Suaminya akhirnya dia pulang kemarin, Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB," tutur Mamat.

Kasus dugaan penganiayaan anak di bawah umur ini kemudian ditangani oleh Polres Bantul dengan terduga pelaku ibu kandung balita, yakni TKS. Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bantul kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap motif sang ibu tega melakukan hal tersebut.

 

Pelaku Ditangkap

Usai anak 3 tahun diikat ibunya dalam rumah di Bantul, pelaku sempat menghilang. Akhirnya pelaku ditangkap polisi pada Rabu (3/6/2026) siang.

TKS diringkus polisi di rumah kontrakannya sekira pukul 12.30 WIB tanpa ada perlawanan. Ia pun digiring ke Mapolsek Pleret untuk diperiksa.

"Masih diperiksa terkait motifnya," ujar Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto.

Kondisi Balita

Usai disekap oleh ibu kandungnya dalam kondisi memilukan, bocah 3 tahun itu kini telah membaik. Ia kini dirawat oleh keluarga dari pihak ayah, yakni budenya di Gunungkidul.

"Kondisinya baik, dan saat ini sedang dirawat bude-nya di Patuk, Gunungkidul," jelas Rita.

Dikabarkan bahwa TKS dan anaknya, ACB sudah tinggal di kontrakan tersebut sejak 2023. Sementara itu sang suami merantau di Jakarta.

Selama tinggal di kontrakan, pelaku dikenal jarang bersosialisasi dengan warga sekitar. Tak disangka, ia menjadi pelaku penganiayaan anaknya sendiri. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harta Yunus Mahatma Rp14,5 Miliar, Lampaui Bupati dan Sekda Ponorogo
• 14 jam lalurealita.co
thumb
Mantan Istri Otak Pembunuhan WN Korsel di Bekasi Ternyata Eks Caleg DPRD
• 15 jam laludetik.com
thumb
KPK Amankan 17 Orang di OTT Imigrasi: Ada Eks Plt Dirjen hingga Kakanwil Jabar
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Wow! Dadan Hindayana Cs Diduga Mark Up Motor Listrik hingga Sepatu
• 3 jam laludisway.id
thumb
Mantan Istri Bongkar Rumah Tangga Yunus Mahatma di Sidang Korupsi: Ada Orang Ketiga hingga Harta Rp14,5 Miliar
• 8 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.