HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kota Makassar menghadapi tantangan serius terkait penyalahgunaan narkoba yang paling banyak menyerang generasi muda usia 18 hingga 25 tahun, dengan jumlah klien rehabilitasi tertinggi di Sulawesi Selatan. Data ini menjadi alarm penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk melakukan pencegahan sejak dini, terutama dari lingkungan keluarga sebagai benteng utama.
Acara Keluarga Indonesia Sehat Tanpa Narkoba (KRISAN) yang digelar di Auditorium TP PKK Kota Makassar pada Rabu, 3 Juni 2026, menegaskan pentingnya peran keluarga dan kader PKK sebagai agen perubahan. Sekretaris TP PKK Kota Makassar, Faridah Kadir, menegaskan bahwa kader PKK memiliki posisi strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba.
“Melalui kegiatan KRISAN ini, kami berharap seluruh kader semakin cerdas, peduli, dan mampu menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. Pencegahan narkoba harus dimulai dari rumah, dari keluarga yang kuat dan harmonis,” katanya saat membuka acara.
Kepala Balai Rehabilitasi BNN Baddoka Makassar, dr. Iman Firmansyah, memaparkan gambaran permasalahan narkoba di Indonesia dan khususnya di Makassar. Ia menjelaskan bahwa dari 280 klien rehabilitasi, kelompok usia 18 sampai 25 tahun merupakan yang paling rentan dengan jumlah 113 orang.
“Artinya, generasi muda kita menjadi kelompok yang paling rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. Ini menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat untuk lebih serius melakukan pencegahan sejak dini,” jelasnya.
dr. Iman juga menguraikan berbagai jenis narkoba dan dampak yang ditimbulkannya, mulai dari gangguan kesehatan fisik dan mental hingga rusaknya hubungan sosial dan keluarga. Selain itu, ia menjelaskan tahapan rehabilitasi yang dijalankan di Balai Rehabilitasi BNN Baddoka, mulai dari asesmen hingga pendampingan pascarehabilitasi.
Selain BNN, Kepala UPT Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) Dinas Sosial Kota Makassar, Masri, memberikan materi terkait program rehabilitasi sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pendampingan. Ia menegaskan pentingnya peran keluarga dalam proses pencegahan dan pemulihan penyalahgunaan narkoba.
“Masalah narkoba bukan hanya masalah individu, tetapi masalah sosial yang menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, kami mengajak seluruh kader TP PKK untuk terus mengedukasi masyarakat, memperkuat fungsi keluarga, serta aktif melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar,” bebernya.
Menutup kegiatan, Ketua Pokja I TP PKK Kota Makassar, Syahriati Syahrum, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya KRISAN. Ia menegaskan bahwa upaya menciptakan generasi sehat tanpa narkoba harus dimulai dari keluarga sebagai benteng yang kuat.
“Dimulai dari membentengi keluarga, insya Allah lambat laun kita dapat menurunkan berbagai permasalahan sosial yang ada di masyarakat,” pungkasnya. (*/)





