Balita perempuan berusia tiga tahun berinisial ACB ditemukan dalam kondisi lemas dengan mulut dilakban serta kaki dan tangan terikat di sebuah rumah kontrakan di Kedaton, Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul pada Senin (1/6) malam.
Balita tersebut diikat oleh ibu kandungnya yang berinisial TKS (25 tahun) asal Tulangbawang, Lampung dengan KTP Gunungkidul.
Mamat, pemilik kontrakan, menceritakan orang yang pertama kali mencurigai tangisan bayi adalah tetangga kontrakan TKS. Tetangga kontrakan lalu memberikan informasi ke Mamat.
"(Sempat membuka paksa kontrakan) pakai linggis. Enggak lama (prosesnya). (Balita) kondisinya sendirian," kata Mamat ditemui, Rabu (3/6).
Setelah itu balita dievakuasi dan lakban serta tali yang ada di tubuhnya dilepas.
"(Kondisi sini) relatif sepi," katanya.
Saat itu Mamat juga melaporkan kejadian ini ke Bhabinkamtibmas Pleret.
Sosok TKSSosok TKS menurut Mamat selama ini biasa-biasa saja seperti penghuni kontrakan lain. Tak ada hal yang aneh pada dirinya.
"Biasa saja. Nggak ada (tanda-tanda sakit)," kata Mamat.
Di kontrakan, TKS hanya tinggal bersama dengan anaknya. Sementara suami yang berinisial RF kerja di Jakarta. Kemarin, RF telah tiba di Bantul begitu mendengar peristiwa ini.
"(TKS) tiga tahun kurang lebih (di sini). Iya (berdua). Suami sesekali pulang," katanya.
Pantauan kumparan di lokasi, ada tiga kontrakan berderet di lokasi. Kontrakan TKS berada paling ujung. Sekilas tampak ada aktivitas di dalam kontrakan. Sepeda motor juga terparkir di luar.
kumparan telah memanggil orang yang berada di dalam kontrakan untuk mengkonfirmasi peristiwa ini tetapi tidak ada respons.
Kini, TKS sudah diamankan oleh Polsek Pleret.





