Menbud Fadli Zon Jajaki Kerja Sama Musik Tradisional dengan Dubes Maroko

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menggelar pertemuan strategis bersama Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia yang baru, Redouane Houssaini.
 
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta tersebut berfokus pada pembahasan strategi untuk memajukan ekosistem musik tradisional serta peluang kolaborasi kebudayaan antara kedua negara.
 
Dalam dialog tersebut, Fadli Zon menyampaikan bahwa kedekatan historis dan geografis menjadi fondasi kuat bagi eratnya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Maroko. Dua faktor ini dinilai mampu memperkokoh relasi bilateral yang didukung oleh payung hukum serta kemitraan strategis.

Baca Juga :

Fadli Zon Bidik Status Country of Honor untuk Indonesia di Festival Film Cannes 2028
  Potensi Kolaborasi Musik Tradisional Secara khusus, Menbud Fadli menyoroti potensi kolaborasi di sektor musik tradisional. Ia melihat adanya kemiripan antara musik Andalusi dari Maroko dengan musik gambus khas Indonesia.

"Ke depannya, Indonesia dan Maroko dapat menjalin kerja sama budaya melalui dua genre musik tersebut. Selain mengadakan pertunjukan musik, kita bisa juga mengundang pemain musik gambus dan musik Andalusi untuk berkolaborasi dalam panggung yang sama," kata Fadli Zon, di Jakarta, pada Rabu, 3 Juni 2026.
 
Untuk memperkuat diplomasi ini, Menteri Kebudayaan mendorong percepatan pengesahan Nota Kesepahaman (MoU) yang mencakup sektor kebudayaan, ekonomi kreatif, serta optimalisasi tradisi dan kearifan lokal.

Baca Juga :

Fadli Zon Dorong Kolaborasi Industri Perfilman Indonesia dan Arab Saudi di Cannes
  Percepatan Pengesahan MoU dan Implementasi Nyata Fadli Zon menegaskan pentingnya implementasi nyata dari kesepakatan tersebut melalui program strategis yang saling menguntungkan, bukan sekadar dokumen formal. Dengan langkah konkret, ia yakin ekosistem budaya kedua negara dapat terangkat ke tingkat global.
 
“Penandatanganan MoU dapat dipercepat agar menjadi tindak lanjut dari kooperasi antara Indonesia dengan Maroko," ujar Faldi Zon.
 
"Selain itu, kita juga dapat mencanangkan program-program yang dapat memajukan ekosistem budaya, seperti program residensi seniman, pertunjukan musik tradisional dan konferensi budaya,” lanjutnya.
 
Merespons hal tersebut, Duta Besar Redouane Houssaini sepakat dan memaparkan tiga poin utama peluang kolaborasi, yaitu pengembangan ekonomi berbasis budaya, promosi kebudayaan, serta kemitraan antarlembaga seperti museum.
 
“Kita dapat terus berusaha untuk mempromosikan kebudayaan kita. Melalui persahabatan yang berlandaskan penghormatan, kita dapat melakukan yang terbaik untuk memajukan budaya negara masing-masing," jelas Redouane Houssaini.

Baca Juga :

Lindungi Bioskop, Fadli Zon Bakal Atur Jeda Tayang Film Indonesia ke Streaming
  Harapan Keberlanjutan Kerja Sama Pada akhir pertemuan tersebut, Fadli Zon berharap agar Indonesia dan Maroko terus aktif menggali potensi kerja sama budaya.
 
Realisasi dari berbagai kesepakatan tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan industri kreatif sekaligus menjaga kelestarian tradisi lokal di kedua negara.

Baca Juga :

Fadli Zon Siap Kawal Aspirasi AKSI Soal Royalti Musik dan Izin Konser ke DPR

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kunker ke Eropa, Airlangga Dorong Keanggotaan RI di OECD dan I-EU CEPA
• 22 jam laludetik.com
thumb
Resep Oolong Milk Tea yang Bisa Dibuat di Rumah
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Bos BRMS Borong Saham Kala Harga Tertekan
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Taspen Cairkan Gaji Ke-13 PNS Hari Ini, Segini Rincian dan Tunjangannya yang Diterima
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BMKG: Waspada Hujan Petir di 3 Kota Ini Rabu 3 Juni, 22 Wilayah Lain Hujan Ringan
• 19 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.