Jakarta (ANTARA) - Perusahaan BUMN farmasi PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyetujui penambahan satu anggota dewan komisaris baru yaitu Bonanza Perwira Taihitu.
Selain itu, para pemegang saham juga menyetujui pemberhentian secara hormat Jasmine Karsono sebagai Direktur Portofolio, Produk dan Layanan.
Direktur Utama KAEF Djagad Prakasa Dwialam dalam Paparan Publik di Jakarta, Rabu, mengatakan perubahan susunan pengurus dilakukan sebagai bagian dari langkah strategis untuk memperkuat tata kelola perseroan, mendukung transformasi bisnis, serta meningkatkan pelaksanaan strategi jangka panjang.
“Para pemegang saham mendorong manajemen untuk memperkuat fundamental bisnis. Berbagai keputusan yang disepakati dalam RUPST merupakan bagian dari upaya strategis untuk mendukung penguatan tata kelola, meningkatkan efektivitas operasional, dan memperbaiki kinerja perseroan secara menyeluruh,” ujar Djagad.
Pihaknya meyakini bahwa langkah ini akan semakin memperkuat kapasitas organisasi dalam menjalankan agenda transformasi dan peningkatan kinerja perseroan secara berkelanjutan.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus sebelumnya atas komitmen dan kontribusinya selama menjalankan amanah di KAEF. Dengan semangat kolaborasi dan tata kelola yang kuat, kami optimistis dapat terus menghadirkan kinerja yang lebih baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat, pemegang saham, serta seluruh stakeholders (para pemangku kepentingan),” ujar Djagad.
Ia melanjutkan, langkah ini juga menegaskan komitmen untuk terus menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG), guna memperkuat fundamental bisnis, serta menjaga keberlanjutan usaha di tengah dinamika industri dan tantangan ekonomi yang terus berkembang.
Dengan demikian, susunan pengurus KAEF berdasarkan keputusan RUPST sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Bonanza pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Kebijakan Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan - Kementerian Kesehatan pada 2022-2024, serta Koordinator Fungsi Politik II untuk Kerjasama Kesehatan, HAM, dan Kemanusiaan - Kementerian Luar Negeri pada 2019.
Sementara itu, latar belakang pendidikan Bonanza, diantaranya S1 Hubungan Internasional, Universitas Airlangga (1998) dan S2 Ilmu Politik, Universitas Indonesia (2003).
Pada kuartal I-2026, Kimia Farma mencatatkan pertumbuhan laba bersih 197,79 persen year on year (yoy) menjadi Rp123,6 miliar, atau mengakhiri tren negatif kerugian tahunan dan menjadi fondasi kokoh untuk mencapai target full-year yang optimis.
“Capaian di kuartal I 2026 ini bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa langkah transformatif yang kami jalankan kini mulai membuahkan hasil. Kami berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan demi memastikan Kimia Farma kembali menjadi kebanggaan industri kesehatan nasional,” ujar Djagad.
Baca juga: Kimia Farma catat laba Rp123,6 miliar pada kuartal I 2026
Baca juga: Bio Farma Group kolaborasi lintas sektor perluas akses pasar global
Selain itu, para pemegang saham juga menyetujui pemberhentian secara hormat Jasmine Karsono sebagai Direktur Portofolio, Produk dan Layanan.
Direktur Utama KAEF Djagad Prakasa Dwialam dalam Paparan Publik di Jakarta, Rabu, mengatakan perubahan susunan pengurus dilakukan sebagai bagian dari langkah strategis untuk memperkuat tata kelola perseroan, mendukung transformasi bisnis, serta meningkatkan pelaksanaan strategi jangka panjang.
“Para pemegang saham mendorong manajemen untuk memperkuat fundamental bisnis. Berbagai keputusan yang disepakati dalam RUPST merupakan bagian dari upaya strategis untuk mendukung penguatan tata kelola, meningkatkan efektivitas operasional, dan memperbaiki kinerja perseroan secara menyeluruh,” ujar Djagad.
Pihaknya meyakini bahwa langkah ini akan semakin memperkuat kapasitas organisasi dalam menjalankan agenda transformasi dan peningkatan kinerja perseroan secara berkelanjutan.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus sebelumnya atas komitmen dan kontribusinya selama menjalankan amanah di KAEF. Dengan semangat kolaborasi dan tata kelola yang kuat, kami optimistis dapat terus menghadirkan kinerja yang lebih baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat, pemegang saham, serta seluruh stakeholders (para pemangku kepentingan),” ujar Djagad.
Ia melanjutkan, langkah ini juga menegaskan komitmen untuk terus menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG), guna memperkuat fundamental bisnis, serta menjaga keberlanjutan usaha di tengah dinamika industri dan tantangan ekonomi yang terus berkembang.
Dengan demikian, susunan pengurus KAEF berdasarkan keputusan RUPST sebagai berikut:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen : Stefan Looho
- Komisaris Independen : Diah Kusumawardani
- Komisaris Independen : Fachmi Idris
- Komisaris : Suprianto
- Komisaris : Sumarjati Arjoso
- Komisaris : Bonanza Perwira Taihitu
- Direktur Utama : Djagad Prakasa Dwialam
- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Willy Meridian
- Direktur Produksi dan Supply Chain : Hadi Kardoko
- Direktur Sumber Daya Manusia : Disril Revolin Putra
- Direktur Komersial : Hanadi Setiarto
Bonanza pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Kebijakan Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan - Kementerian Kesehatan pada 2022-2024, serta Koordinator Fungsi Politik II untuk Kerjasama Kesehatan, HAM, dan Kemanusiaan - Kementerian Luar Negeri pada 2019.
Sementara itu, latar belakang pendidikan Bonanza, diantaranya S1 Hubungan Internasional, Universitas Airlangga (1998) dan S2 Ilmu Politik, Universitas Indonesia (2003).
Pada kuartal I-2026, Kimia Farma mencatatkan pertumbuhan laba bersih 197,79 persen year on year (yoy) menjadi Rp123,6 miliar, atau mengakhiri tren negatif kerugian tahunan dan menjadi fondasi kokoh untuk mencapai target full-year yang optimis.
“Capaian di kuartal I 2026 ini bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa langkah transformatif yang kami jalankan kini mulai membuahkan hasil. Kami berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan demi memastikan Kimia Farma kembali menjadi kebanggaan industri kesehatan nasional,” ujar Djagad.
Baca juga: Kimia Farma catat laba Rp123,6 miliar pada kuartal I 2026
Baca juga: Bio Farma Group kolaborasi lintas sektor perluas akses pasar global





