Pemerintah buka peluang kerja sama pengembangan pariwisata premium

antaranews.com
15 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata berupaya membuka peluang kerja sama pengembangan usaha pariwisata premium dan memfasilitasi perluasan jejaring bisnis pariwisata berkualitas.

Menurut siaran pers pemerintah yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, Kementerian Pariwisata telah mengadakan Luxury Business Gathering di Jakarta pada 26 Mei 2026 guna mempertemukan pelaku industri pariwisata premium dengan calon pembeli potensial.

Kegiatan yang mencakup pertemuan bisnis itu dirancang untuk membantu perluasan jejaring bisnis sekaligus membuka peluang kerja sama dalam pengembangan layanan pariwisata premium.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan perlunya pelaku usaha pariwisata nasional menghadirkan produk wisata berkualitas yang kompetitif agar masyarakat semakin tertarik untuk berwisata #DiIndonesiaAja.

Menurut Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini, Luxury Business Gathering menghadirkan peluang untuk memperluas pasar layanan pariwisata premium.

"Kami menghadirkan sellers yang menawarkan paket dan produk wisata premium dengan layanan eksklusif serta pengalaman berkualitas tinggi, sehingga mampu menjawab kebutuhan pasar luxury tourism yang terus berkembang," katanya.

Baca juga: Pemerintah promosikan layanan pariwisata premium ke Korea Selatan

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Erwita Dianti mengatakan, Luxury Business Gathering mempertemukan 10 penjual layanan pariwisata premium dengan sekitar 25 pembeli potensial.

Peserta pertemuan bisnis itu mencakup pelaku usaha di bidang perhotelan, jasa perjalanan wisata, pelayanan wisata bahari, dan anggota asosiasi pelaku industri pariwisata.

"Melalui konsep rotasi meja dan diskusi yang lebih intensif, kami berharap tercipta peluang kerja sama bisnis yang konkret dan berkelanjutan," kata Erwita.

Kementerian Pariwisata berupaya membangun ekosistem pariwisata premium domestik yang kuat, terintegrasi, dan berdaya saing.

Pertemuan pelaku industri dengan pembeli potensial diharapkan mendorong hadirnya lebih banyak produk layanan wisata premium, pengembangan destinasi wisata, dan peningkatan perjalanan wisatawan di dalam negeri.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama tahun 2025 angka perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1,20 miliar perjalanan atau tumbuh 17,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selama Januari sampai Maret 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 319,51 juta perjalanan, meningkat 13,14 persen dibandingkan dengan kurun yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga: BMTH perkuat Bali sebagai tujuan wisata bahari premium

Baca juga: Pulau Maratua akan dikembangkan menjadi destinasi wisata premium


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Kasus Korupsi dalam 1 Hari
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Penampakan Kuburan Kendaraan di Kolong Flyover, Motor Ringsek hingga Bus Hancur
• 33 menit lalukompas.com
thumb
Mendag Pilih Barter Komoditas dengan Filipina Imbas Rupiah Anjlok
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Kejagung Temukan Dugaan Dadan Hindayana Kendalikan Mitra MBG Lewat Orang Lain
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Misbakhun Tegaskan Revisi UU P2SK Tak Ganggu Independensi Bank Indonesia
• 3 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.