Jakarta (ANTARA) - Gelandang Mirza Mustafic meninggalkan Bali United setelah memilih untuk tidak melanjutkan kontraknya, kata CEO Bali United FC Yabes Tanuri.
"Kami dari manajemen kembali harus menyampaikan bahwa Mirza Mustafic dan Bali United telah sepakat mengakhiri kerja sama untuk musim yang baru," ujar Yabes dalam laman Bali United pada Kamis.
Pemain berkebangsaan Luksemburg itu tampil dalam 18 pertandingan dengan lima gol dan satu assist.
Pergerakan tanpa bola dan tembakan keras menjadi senjata rahasia Mustafic.
Baca juga: Telmo Castanheira umumkan berpisah dengan Persik Kediri
Pada musim 2025/2026, Mirza mencatat prestasi individualnya dengan menjadi pencetak gol tercepat kala melawan PSM pada 9 Januari dalam detik ke-30.
"Kami memberikan apresiasi atas perjuangan dan dedikasinya selama berseragam Bali United. Kami mendoakan yang terbaik untuk perjalanan Mirza Mustafic di musim yang baru nanti," kata Yabes.
Mustafic menjadi pemain asing kedua yang meninggalkan Bali United pada akhir musim ini setelah penyerang Boris Kopitovic.
Baca juga: Persib Bandung terima bonus juara Rp1 miliar dari KDM
"Kami dari manajemen kembali harus menyampaikan bahwa Mirza Mustafic dan Bali United telah sepakat mengakhiri kerja sama untuk musim yang baru," ujar Yabes dalam laman Bali United pada Kamis.
Pemain berkebangsaan Luksemburg itu tampil dalam 18 pertandingan dengan lima gol dan satu assist.
Pergerakan tanpa bola dan tembakan keras menjadi senjata rahasia Mustafic.
Baca juga: Telmo Castanheira umumkan berpisah dengan Persik Kediri
Pada musim 2025/2026, Mirza mencatat prestasi individualnya dengan menjadi pencetak gol tercepat kala melawan PSM pada 9 Januari dalam detik ke-30.
"Kami memberikan apresiasi atas perjuangan dan dedikasinya selama berseragam Bali United. Kami mendoakan yang terbaik untuk perjalanan Mirza Mustafic di musim yang baru nanti," kata Yabes.
Mustafic menjadi pemain asing kedua yang meninggalkan Bali United pada akhir musim ini setelah penyerang Boris Kopitovic.
Baca juga: Persib Bandung terima bonus juara Rp1 miliar dari KDM





