Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis mata lulusan Universitas Padjadjaran dr. Tri Wahyu Sp.M mengatakan pasien dengan penyakit tiroid memiliki ciri khas dengan mata lebih menonjol atau melotot yang disebabkan karena kondisi hipertiroid pada mata.
“50 persen pasien hypothyroid ini akan mengalami thyroid eye disease atau gangguan pada mata. 90 persen pasien penyakit thyroid (eye disease) ini memiliki kondisi hyperthyroid, walaupun sisanya ada kondisi kadar hormonnya yang cukup normal ataupun di bawah dari normal,” katanya dalam diskusi mengenai kelopak mata di Jakarta, Rabu.
Tri menjelaskan, Thyroid Eye Disease (TED) atau penyakit mata tiroid adalah gangguan autoimun yang menyebabkan terjadinya peradangan dan pembengkakan pada otot serta jaringan lemak di sekitar bola mata.
Kondisi ini berkaitan dengan hipertiroidisme, di mana antibodi yang menyerang kelenjar tiroid juga menyerang otot-otot di sekitar mata.
Baca juga: Kacamata hitam bantu lindungi kelopak mata dari faktor risiko tumor
Tri mengatakan orang yang dengan TED memiliki ciri khas mata menonjol atau melotot karena reaksi peregangan dan pembengkakan otot bola mata, penglihatan jadi dobel, kelopak mata susah menutup, mata juling dan gangguan gerak bola mata.
Sementara gejala tiroid sendiri tidak terlalu spesifik antara lain sering gemetar, tremor, sering berkeringat di malam hari, berat badan susah naik, dan sering merasa ingin buang air besar yang banyak tidak disadari pasien.
“Bahkan memang hypertiroid ini baru ketahuan bahwa gejalanya sudah spesifik, terutama ketika munculnya di mata. Memang mata merupakan salah satu organ yang sering muncul akibat adanya hipertiroid. Pasien-pasien datangnya justru ke dokter mata dulu,” katanya.
Tri juga mengatakan perempuan usia di atas 40 tahun lima kali lebih berisiko untuk menderita penyakit mata tiroid atau thyroid eye disease (TED) karena beberapa faktor risiko, seperti genetik, faktor stres, dan merokok aktif ataupun pasif yang bisa memperparah atau mencetuskan dari thyroid eye disease atau hypothyroid itu sendiri.
Tri mengatakan thyroid eye disease juga bisa memengaruhi kualitas hidup karena penampilan juga akan berubah. Beberapa pasien TED sering mengalami rasa minder, lebih menutup diri dan berhenti dari pekerjaan.
Ia mengatakan deteksi dini dan penanganan yang tepat pada gangguan kelopak mata dapat memberikan hasil yang optimal dalam hal fungsi kelopak mata dan juga terkait estetika.
Baca juga: Debu dan riasan bisa sebabkan mata kering jika tidak dibersihkan
Baca juga: Dokter jelaskan perbedaan kompres hangat dan dingin untuk keluhan mata
Baca juga: Kenali 6 cara ampuh hilangkan mata panda secara alami
“50 persen pasien hypothyroid ini akan mengalami thyroid eye disease atau gangguan pada mata. 90 persen pasien penyakit thyroid (eye disease) ini memiliki kondisi hyperthyroid, walaupun sisanya ada kondisi kadar hormonnya yang cukup normal ataupun di bawah dari normal,” katanya dalam diskusi mengenai kelopak mata di Jakarta, Rabu.
Tri menjelaskan, Thyroid Eye Disease (TED) atau penyakit mata tiroid adalah gangguan autoimun yang menyebabkan terjadinya peradangan dan pembengkakan pada otot serta jaringan lemak di sekitar bola mata.
Kondisi ini berkaitan dengan hipertiroidisme, di mana antibodi yang menyerang kelenjar tiroid juga menyerang otot-otot di sekitar mata.
Baca juga: Kacamata hitam bantu lindungi kelopak mata dari faktor risiko tumor
Tri mengatakan orang yang dengan TED memiliki ciri khas mata menonjol atau melotot karena reaksi peregangan dan pembengkakan otot bola mata, penglihatan jadi dobel, kelopak mata susah menutup, mata juling dan gangguan gerak bola mata.
Sementara gejala tiroid sendiri tidak terlalu spesifik antara lain sering gemetar, tremor, sering berkeringat di malam hari, berat badan susah naik, dan sering merasa ingin buang air besar yang banyak tidak disadari pasien.
“Bahkan memang hypertiroid ini baru ketahuan bahwa gejalanya sudah spesifik, terutama ketika munculnya di mata. Memang mata merupakan salah satu organ yang sering muncul akibat adanya hipertiroid. Pasien-pasien datangnya justru ke dokter mata dulu,” katanya.
Tri juga mengatakan perempuan usia di atas 40 tahun lima kali lebih berisiko untuk menderita penyakit mata tiroid atau thyroid eye disease (TED) karena beberapa faktor risiko, seperti genetik, faktor stres, dan merokok aktif ataupun pasif yang bisa memperparah atau mencetuskan dari thyroid eye disease atau hypothyroid itu sendiri.
Tri mengatakan thyroid eye disease juga bisa memengaruhi kualitas hidup karena penampilan juga akan berubah. Beberapa pasien TED sering mengalami rasa minder, lebih menutup diri dan berhenti dari pekerjaan.
Ia mengatakan deteksi dini dan penanganan yang tepat pada gangguan kelopak mata dapat memberikan hasil yang optimal dalam hal fungsi kelopak mata dan juga terkait estetika.
Baca juga: Debu dan riasan bisa sebabkan mata kering jika tidak dibersihkan
Baca juga: Dokter jelaskan perbedaan kompres hangat dan dingin untuk keluhan mata
Baca juga: Kenali 6 cara ampuh hilangkan mata panda secara alami





