jpnn.com - Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menyerahkan diri ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 22.33 WIB.
Silmy berdalih baru mendatangi KPK lantaran menyelesaikan agenda terlebih dahulu.
BACA JUGA: Respons Menteri Imipas Agus Andrianto soal Silmy Karim
"Ya gini aja, menyelesaikan agenda," ujar Silmy di dalam Gedung Merah Putih KPK.
Namun, Silmy enggan menjawab pertanyaan jurnalis terkait agenda yang dijalaninya tersebut.
BACA JUGA: Begini Kejahatan Dadan Cs Menunjuk SPPG Program MBG, Oalah
Sementara itu, dalam proses kedatangannya, ajudan yang mengawal Silmy Karim tampak memasang badan.
Sang ajudan bahkan sampai menyikut para jurnalis yang mencoba mengambil gambar atau mewawancarai penyelenggara negara tersebut.
BACA JUGA: Yenny Wahid Terpilih Jadi Ketua Umum KOWANI di Kongres Luar Biasa
KPK mulanya mengonfirmasi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Jakarta Barat. OTT tersebut diketahui merupakan yang ke-11 selama 2026.
Selain itu, OTT tersebut berkaitan dengan dugaan pengurusan izin tinggal warga negara asing, yakni Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) dan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS).
Kemudian dalam operasi yang dilakukan sejak Selasa (2/6) malam, KPK mengamankan belasan orang, termasuk Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah.
Pada Rabu petang, KPK mengumumkan pencarian terhadap Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim terkait rangkaian operasi tersebut.
Pada Rabu malam, KPK mengumumkan untuk sementara sudah menangkap sebanyak 17 orang yang terdiri atas delapan penyelenggara negara atau aparatur sipil negara, serta sembilan pihak swasta yang berperan sebagai perantara dalam pengurusan dokumen-dokumen keimigrasian.
Beberapa dari 17 orang tersebut adalah Ronald Arman Abdullah, Kepala Kantor wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Barat Jaya Saputra, hingga Pelaksana Tugas Dirjen Imigrasi periode Oktober 2024-April 2025 Saffar Muhammad Godam.(ant/jpnn)
Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam




