Rupiah Dekati Rp 18.000 per Dolar AS, Pemerintah Optimistis akan Menguat Lagi

republika.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah yang mendekati level Rp 18.000 per dolar AS lebih banyak dipengaruhi sentimen negatif dan rumor di pasar. Menurut dia, kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menopang stabilitas nilai tukar.

Purbaya mengatakan berbagai isu yang beredar belakangan ini ikut membebani pergerakan rupiah. Salah satunya rumor mengenai potensi pelemahan rupiah hingga menembus level Rp 18.000 per dolar AS.

Baca Juga
  • Pemerintah Optimis Perketat DHE SDA Stabilkan Rupiah
  • Pemerintah Siap Intensifkan Koordinasi Stabilkan Rupiah
  • Begini Cara yang Diduga Dilakukan Dadan Cs Dapat Miliaran Rupiah Sehari dari Program MBG

“Banyak isu di pasar yang membuat sentimen terhadap rupiah menjadi negatif,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Ia menegaskan pemerintah saat ini fokus menjaga fondasi ekonomi. Menurut dia, pergerakan nilai tukar pada akhirnya akan ditentukan oleh kekuatan fundamental ekonomi nasional.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Kewajiban saya adalah menjaga fondasi ekonomi. Karena pada akhirnya kita percaya rupiah akan ditentukan oleh fondasi ekonominya,” ujarnya.

Purbaya juga membantah anggapan bahwa pelemahan rupiah dipicu kondisi fiskal yang memburuk. Ia mengungkapkan defisit APBN hingga Mei 2026 berada di kisaran 0,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Selain itu, surplus primer kembali mencatatkan angka positif dan penerimaan pajak tumbuh lebih dari 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Jadi kalau ada isu pemerintah kebijakannya ngaur, fiskalnya ugal-ugalan, enggak begitu. Kita makin bagus,” katanya.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Berita Populer: Polemik Ruben Onsu-Sarwendah; Erin Buka Opsi Damai
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Kim Jong-un Janjikan Peningkatan Pesat Senjata Nuklir Korea Utara
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Menteri Imipas Dukung Proses Hukum Kasus Silmy Karim di KPK, Siap Buka Akses Data dan Dokumen
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Menutup Sementara Lokasi Latihan Menembak Usai Dua Warga Sipil Terluka di Padang
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Satpol PP DIY Giatkan Pencegahan Kejahatan Jalanan Remaja
• 10 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.