REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA, – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggiatkan upaya pencegahan kejahatan jalanan yang dilakukan oleh kelompok remaja maupun geng sekolah. Langkah ini diambil seiring meningkatnya insiden kejahatan jalanan yang melibatkan kelompok tersebut di Yogyakarta.
Kepala Satpol PP DIY, Bagas Senoaji, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan tiga pemangku kepentingan penting dalam penanganan kejahatan jalanan. Pertemuan ini melibatkan institusi pencegahan, penegakan hukum, dan rehabilitasi.
"Satpol PP telah mendapatkan amanah di bidang pencegahan. Salah satu kegiatannya adalah Satpol PP Goes to School," jelas Bagas Senoaji. Dalam kegiatan ini, personel Satpol PP melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah dan mengadakan razia terhadap barang bawaan siswa untuk mendeteksi dini potensi kejahatan.
Bagas juga menambahkan bahwa selama bulan Ramadhan lalu, Satpol PP melakukan patroli menjelang sahur untuk menindaklanjuti laporan tentang remaja yang terlibat dalam perang sarung dengan barang-barang berbahaya, seperti gir, batu, dan kembang api.
Dalam upaya pencegahan ini, Satpol PP bersinergi dengan aparat kepolisian, unsur TNI, dan Badan Intelijen Daerah (Binda). "Kami akan mengadakan rapat internal dengan tim kecil untuk mengikuti arahan dan perkembangan dari gubernur, termasuk kemungkinan penerapan jam malam," tambahnya.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Konten ini diolah dengan bantuan AI.