JAKARTA, KOMPAS.com - Kualitas udara di Jakarta kembali berada pada level tidak sehat pada Kamis (4/6/2026) pagi.
Kondisi tersebut membuat ibu kota menempati peringkat pertama sebagai kota besar dengan tingkat polusi udara terburuk di dunia.
Berdasarkan pemantauan di situs IQAir pada Kamis sekitar pukul 07.00 WIB, Air Quality Index (AQI) Jakarta tercatat sebesar 180.
Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat dan berpotensi berdampak pada kesehatan masyarakat.
Baca juga: Kualitas Udara di Jakarta Hari Ini Buruk: AQI Mencapai 165
Data IQAir menunjukkan polutan yang paling dominan di Jakarta adalah partikel halus PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 97 mikrogram per meter kubik.
Kadar tersebut jauh melampaui batas aman tahunan yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Pada tingkat kualitas udara tersebut, risiko kesehatan dapat meningkat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.
Selain mencatatkan kualitas udara yang tidak sehat, Jakarta juga berada di urutan teratas dalam daftar kota besar paling berpolusi di dunia versi IQAir berdasarkan pemantauan pada pukul 05.00–06.00 WIB.
Posisi Jakarta diikuti oleh Kinshasa dengan AQI 171. Selanjutnya ada Hanoi dengan AQI 161, Tashkent dengan AQI 156, dan Kolkata dengan AQI 148.
Tingginya tingkat polusi udara tersebut menunjukkan masih besarnya konsentrasi partikel pencemar yang tersebar di atmosfer Jakarta.
Baca juga: Bagaimana Kualitas Udara di Jakarta Hari Ini?
Seiring kondisi tersebut, masyarakat disarankan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat beraktivitas di area terbuka, serta menjaga kualitas udara di dalam rumah guna mengurangi paparan polutan.
Sebelumnya, pada Kamis (21/5/2026), Kualitas udara di Jakarta memburuk dan menempatkan ibu kota Indonesia sebagai kota besar dengan polusi udara terburuk nomor satu.
Berdasarkan data situs resmi IQAir saat itu, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Jakarta berada di angka 175.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang