Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di daerah Jakarta Barat, Rabu (3/6). Dalam operasi ini KPK menjaring sejumlah pejabat Imigrasi.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan OTT dilakukan di daerah Jakarta, Jawa Barat, hingga Bali. Dia menyebut ada belasan orang yang ditangkap dalam OTT itu.
Salah satu yang ditangkap ialah Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Ronald Arman Abdullah.
"Salah satunya itu," kata Budi Prasetyo saat dikonfirmasi, Rabu (3/6).
Selain penyelenggara negara, ada juga pihak swasta yang diamankan KPK.
“Sampai dengan saat ini tim telah mengamankan 17 orang. Delapan orang di antaranya merupakan penyelenggara negara dan PNS, kemudian sembilan orang lainnya merupakan pihak swasta,” kata Budi dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (3/6).
Menurut Budi, dua pihak swasta diamankan di Bali. Sementara satu pegawai negeri yang diamankan di Jawa Barat merupakan Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Jawa Barat, Jaya Saputra.
Selain itu, KPK juga turut mengamankan Plt Dirjen Imigrasi 2024-2025 Saffar Muhammad Godam dalam perkara tersebut.
“Benar, dari pihak yang diamankan tersebut, Plt Dirjen Imigrasi 2024-2025 juga turut diamankan dalam kegiatan ini,” ujar Budi.
“Ya, inisialnya G,” lanjutnya.
Terkait Pengurusan Izin Tinggal WNAJubir KPK Budi Prasetyo mengatakan OTT itu terkait pengurusan izin tinggal bagi WNA. Namun ia belum merinci konstruksi perkaranya.
"Peristiwa tertangkap tangan ini berkaitan dengan proses pengurusan warga negara asing untuk bisa tinggal di Indonesia," kata Budi kepada wartawan, Rabu (3/6).
"Kalau kita ketahui untuk seorang WNA supaya bisa tinggal di Indonesia ada namanya KITAP, ya, kartu identitas tetap. Ada juga yang sementara atau KITAS. Nah, dalam proses pengurusan tersebut," sambungnya.
Sita Mobil, Motor, hingga Emas dari OTT Kepala Imigrasi JakbarDalam OTT ini KPK mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya, mobil, motor, uang tunai dalam berbagai mata uang asing hingga logam mulia emas.
“Dalam progresnya, ada belasan orang yang diamankan dalam rangkaian kegiatan peristiwa tertangkap tangan kali ini, dan juga barang bukti yang diamankan ada kendaraan, mobil, motor, dan juga barang bukti dalam bentuk uang tunai, valas ada USD dan SGD, dan juga ada dalam bentuk logam mulia emas,” kata Budi kepada wartawan.
Budi belum merinci jumlah kendaraan, uang tunai, maupun emas yang diamankan. Menurutnya, tim KPK masih bergerak di sejumlah lokasi sehingga pendataan barang bukti masih berlangsung.
“Saat ini tim beberapa masih bergerak di lapangan. Jadi nanti kami akan update terus perkembangannya termasuk juga barang bukti-barang bukti yang diamankan, nanti kami akan update secara detail untuk jumlahnya,” ujar dia.





