Babak Baru Kasus GRIB Jaya Vs Anak Ahmad Bahar: Polda Metro Olah TKP dan Pengakuan Trauma

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com - Putri Ahmad Bahar, Ilma (33), masih mengingat jelas hari ketika sejumlah anggota Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) mendatangi rumah keluarganya di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, pada Minggu (17/5/2026).

Peristiwa yang bermula dari pencarian terhadap Ahmad Bahar itu berujung pada dibawanya Ilma ke markas GRIB Jaya di Jakarta Barat.

Hampir tiga pekan setelah kejadian, polisi mulai mengusut laporan tersebut dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Sementara Ilma masih berjuang menghadapi trauma yang ditinggalkan insiden itu.

Baca juga: Putri Ahmad Bahar Mengaku Masih Trauma Usai Insiden dengan GRIB, Takut Keluar Rumah

Polisi Rekonstruksi Lokasi Kedatangan Anggota GRIB

Pada Rabu (3/6/2026), tim penyelidik dari Polda Metro Jaya mendatangi rumah Ahmad Bahar untuk melakukan olah TKP.

Ketikan itu, Ilma diminta memperlihatkan sejumlah titik yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Mulai dari teras rumah tempat dirinya pertama kali berhadapan dengan anggota GRIB, pintu ruang tamu lokasi percakapan berlangsung, hingga lantai dua rumah yang sempat dimasuki salah seorang anggota GRIB untuk mencari keberadaan ayahnya.

"Saya menunjukan juga ke dalam rumah karenakan sempat ada satu orang GRIB yang masuk ke dalam rumah untuk mengecek keberadaan bapak saya," ujar Ilma.

Baca juga: Hak Saya Enggak Ada, Seperti Dirampas!, Curhat Anak Ahmad Bahar Saat Dibawa GRIB Jaya

Selama proses berlangsung, tim identifikasi beberapa kali mengambil foto dan meminta penjelasan rinci dari korban untuk mencocokkan kronologi kejadian.

Berulang Kali Menolak, tetapi Terus Didesak

Dalam keterangannya kepada polisi, Ilma mengaku sebenarnya sudah berusaha menolak ajakan anggota GRIB untuk ikut ke markas mereka.

Saat itu, ia sengaja mengulur waktu karena menunggu ibunya pulang ke rumah.

Selain harus menjaga neneknya, Ilma merasa tidak memiliki alasan untuk meninggalkan rumah dalam situasi tersebut.

Baca juga: Saat Hendak Dibawa ke Markas GRIB, Putri Ahmad Bahar Sempat Mengulur Waktu

"Karena dari awal saya sudah bilang saya enggak bisa pergi ke mana-mana dari rumah ini kalau ibu saya belum datang," kata Ilma.

Namun menurut dia, para anggota GRIB terus mendesaknya agar segera berangkat.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Bahkan, mereka disebut menawarkan surat pernyataan bermaterai yang menjamin keselamatannya selama berada di markas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Usul Pemerintah Pusat Bikin PTSP untuk Mudahkan Layanan Perizinan
• 1 jam laludetik.com
thumb
Diplomasi Transaksional Beijing: Menakar “Persahabatan Tanpa Batas” di Tengah Tekanan Geopolitik
• 14 jam laluerabaru.net
thumb
Mensesneg Bantah Isu Reshuffle Menkeu Purbaya
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Prof Hasmyati Jadi Pembicara Simposium Antarbangsa di Malaysia
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Brooke Shields Kenang Masa Kelam Ketenaran, Penggemar Pernah Berusaha Memotong Rambutnya
• 21 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.