Bisnis.com, MALANG—Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) bersama masyarakat Tengger dan berbagai unsur terkait melaksanakan kegiatan kerja bakti pembersihan sampah pasca pelaksanaan Ritual Upacara Yadnya Kasada Tahun 2026, Selasa (2/6/2026).
Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan serta kelestarian kawasan TNBTS setelah berlangsungnya ritual upacara adat Yadnya Kasada.
“Kegiatan pembersihan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dan diikuti oleh sekitar 200 peserta yang terdiri atas masyarakat Tengger, pegawai BBTNBTS, perangkat desa sekitar Bromo, personel Kecamatan Sukapura, unsur TNI dan Polri, siswa dan guru sekolah, serta para pelaku jasa wisata seperti pengemudi jip, penyedia jasa kuda, pedagang kaki lima, dan unsur lainnya,” ujarnya dikutip Rabu (3/6/2026).
Pembersihan dilakukan di beberapa lokasi utama kawasan Bromo. Dari kegiatan tersebut berhasil dikumpulkan sampah sebanyak 3.038 kilogram dari kawasan Gunung Bromo yang meliputi Pura Luhur Poten, area parkir jip, tangga Bromo, dan puncak Bromo.
Sementara itu, dari kawasan Bungkah Widodaren dan sekitarnya terkumpul sebanyak 270 kilogram sampah, serta dari kawasan Jemplang, Watu Gede, dan Pengol sebanyak 380 kilogram.
Secara keseluruhan jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai 3.688 kilogram. Sampah yang terkumpul terdiri atas berbagai jenis, antara lain sampah plastik, kardus, kayu, bambu, cangkang kelapa bekas minuman, sisa sayuran, sisa makanan, serta botol kaca.
Baca Juga
- Apa Itu Ritual Yadnya Kasada yang Buat Kawasan Gunung Bromo Ditutup
- Ada Ritual Yadnya Kasada 2026, Kawasan Bromo Ditutup untuk Wisata
- KNKT Ungkap KA Argo Bromo Anggrek Terima Sinyal Hijau Sesaat Sebelum Tabrak KRL
Sampah dikumpulkan menggunakan trash bag, kantong plastik, dan karung sebelum diangkut ke lokasi pengolahan. Pelaksanaan kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo yang membantu menyediakan tiga unit truk pengangkut sampah.
Seluruh sampah yang berhasil dikumpulkan selanjutnya dibawa menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kabupaten Probolinggo untuk penanganan lebih lanjut. Kegiatan pembersihan dan pemuatan sampah ke kendaraan pengangkut selesai dilaksanakan sekitar pukul 15.30 WIB.
Kegiatan berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh semangat gotong royong dari seluruh peserta yang terlibat.
“BBTNBTS menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kolaborasi yang terjalin menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kebersihan, kesucian, dan kelestarian kawasan Bromo sebagai kawasan konservasi yang juga memiliki nilai budaya penting bagi masyarakat Tengger. BBTNBTS juga mengajak seluruh pengunjung dan masyarakat untuk terus menjaga kebersihan kawasan serta mematuhi ketentuan yang berlaku demi keberlanjutan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,” ucapnya.(K24)





