Grab Buka Suara Soal Rumor Hengkang dari Indonesia

viva.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

JakartaVIVA – Grab membantah kabar yang menyebut bahwa mereka berencana menghentikan operasional di Indonesia.

CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi menegaskan informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta.

Baca Juga :
Menjelang Idul Adha, Grab Indonesia Umumkan 100 Mitra Pengemudi Pemenang Program BERKAH
Grab Tutup Program Langganan Akses Hemat untuk Mitra GrabBike, Tarif Ojol Bakal Naik?

“Grab menegaskan bahwa rumor mengenai rencana keluar dari Indonesia adalah tidak benar,” kata Neneng Goenadi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis 4 Juni 2026.

Menurut Neneng, Indonesia memiliki posisi yang sangat penting dalam perjalanan bisnis Grab. Selama lebih dari satu dekade beroperasi di Tanah Air, perusahaan telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat di berbagai daerah.

“Selama lebih dari satu dekade, Grab telah menjadi bagian dari keseharian jutaan masyarakat Indonesia,” ujar Neneng.

Ia menyampaikan bahwa Grab masih memiliki komitmen kuat untuk terus berkembang di Indonesia sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Neneng menjelaskan komitmen tersebut tercermin dari berbagai kontribusi yang telah diberikan perusahaan. Saat ini Grab disebut berperan pada sekitar 50 persen industri ride-hailing dan layanan pengantaran daring di Indonesia.

Selain itu, digitalisasi yang dilakukan Grab terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) disebut telah membantu menciptakan sekitar 4,6 juta peluang kerja. Perusahaan juga menjalankan program Grab untuk Indonesia dengan nilai lebih dari Rp100 miliar yang ditujukan bagi para mitra pengemudi.

“Komitmen ini tercermin dari kontribusi Grab terhadap sekitar 50 persen industri ride-hailing dan pengantaran online, dukungannya dalam menciptakan 4,6 juta peluang kerja melalui digitalisasi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta program Grab untuk Indonesia senilai lebih dari Rp100 miliar bagi mitra pengemudi,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah kabar yang beredar di internet menyebut Grab tengah melakukan kajian terhadap dampak keuangan setelah diterapkannya pembatasan komisi sebesar 8 persen untuk layanan transportasi daring.

Isu tersebut muncul setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 mengenai pemotongan pendapatan mitra pengemudi ojek online yang diumumkan pada awal Mei lalu.

Dalam rumor yang beredar, disebutkan bahwa Grab sedang mempertimbangkan sejumlah langkah untuk menyesuaikan bisnisnya, termasuk kemungkinan menaikkan biaya yang dibebankan kepada pelanggan maupun mitra. Langkah tersebut dikabarkan muncul meski terdapat kekhawatiran akan berkurangnya permintaan layanan.

Baca Juga :
Grab Indonesia Masih Kaji Keinginan Prabowo Minta Potongan Aplikator Ojol Turun Jadi 8 Persen
Grab Gaspol AI di 2026, 13 Fitur Baru Disiapkan untuk Semua Layanan
Grab Genjot AI di Transportasi, Klaim Bisa Tekan Biaya Perjalanan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Peringatkan Mitra MBG Nakal: Kembali ke Jalan yang Benar
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Hari Ini, Sidang Vonis Noel Kasus Sertifikasi K3 Kemenaker
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Sambut Hari Lingkungan Hidup, PT DPM Bagikan 1.400 Bibit Kopi dan Kemiri untuk Petani Dairi
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Kasus Balita Meninggal Diduga Malapraktik RSUD Prambanan, Satgas PPA DIY Usut
• 30 menit lalukumparan.com
thumb
Persib Bandung Resmi Berpisah dengan Layvin Kurzawa Usai Musim Juara Super League
• 12 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.