Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta agar telur dadar tidak disajikan sebagai menu makan bergizi gratis (MBG). Prabowo khawatir telur dadar yang disajikan kepada penerima manfaat lebih banyak tepung sehingga mengurangi kandungan gizi.
Hal ini disampaikan Prabowo saat menghadiri 'Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition' di SICC Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).
Advertisement
Kegiatan ini dihadiri 12.173 peserta yang terdiri atas Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), Kepala SPPG, hingga mitra MBG.
"Yang kedua, telur jangan bikin dadar. Kalau telur dadar, saya sudah lama jadi orang Indonesia, kalau telur dadar, nanti dicampur macam-macam itu, iya, kan? Tepungnya lebih banyak dari telurnya," kata Prabowo sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (4/6/2026).
Dia menegaskan telur yang disajikan untuk menu MBG harus utuh tanpa dicampur tepung terigu atau bahan lain yang dapat mengurangi kandungan gizi telur.
Prabowo bahkan meminta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), kepala sekolah, dan guru untuk memastikan agar tak ada lagi telur dadar di menu MBG.
"Jadi, telur harus utuh, ceplok, atau rebus. Betul, ya? Mendikdasmen, kepala sekolah, guru, yakinkan tidak ada lagi telur dadar atau telur apa itu? Orek-orek," tuturnya.
"Sanggup? Awas, loh. Aku, nanti aku, aku doakan kualat," sambung Prabowo.




