Grid.ID - Keluarga Sarwendah disebut ikut campur dalam permasalahan Ruben Onsu. Kuasa hukum sang presenter singgung soal etika.
Konflik antara presenter Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah masih menjadi konsumsi publik. Di tengah memanasnya persoalan nafkah, hak asuh anak, hingga pembagian harta, kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang ikut buka suara.
Ia menyayangkan adanya pihak-pihak lain yang dinilai ikut campur dalam persoalan kliennya. Menurutnya, konflik pasca cerai seharusnya diselesaikan oleh kedua belah pihak yang berkepentingan.
"Ya sangat disayangkan, kan etisnya etikanya suami istri yang masih terikat dalam perkawinan aja pun seharusnya tidak boleh dicampuri oleh keluarga," ujar Minola, dikutip dari Tribun Seleb.
Minola menilai tak sepantasnya pihak-pihak lain ikut campur. Termasuk dari keluarga Sarwendah sendiri.
"Kemudian setelah perceraian ini malahan semuanya ikut ngobrol kan, padahal mereka mungkin enggak paham apa yang disampaikan itu," tandas Minola.
"Kan itu semua udah ada di akta 39-nya," tambahnya.
Tanggapan Betrand Peto
Betrand Peto akhirnya ikut angkat bicara di tengah perseteruan antara ayah dan ibu angkatnya. Ia lantas menyinggung soal pengalaman pahit yang ia dan adik-adiknya saksikan langsung.
Melalui sosial medianya, Betrand Peto mengaku ayahnya kerap direndahkan dengan kata-kata kasar. Hal itu bahkan terjadi di hadapan mereka.
"Sering sekali waktu di sana, ayah sering direndahkan dengan kata-kata itu di depanku dan adik-adik," tulisnya, dikutip dari Kompas.com.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti sikap orang-orang di sekitarnya yang selalu membicarakan kejelekan Ruben. Menurutnya, orang-orang itu tidak benar-benar mengenal sang ayah.
"Mereka tak memikirkan perasaan kami, di rumah itu sering sekali mereka dan yang bekerja di sana yang tidak mengenal ayah seolah-olah paling kenal ayah membicarakan kejelekan ayah, di rumah yang ayah bangun dan kami tempati," lanjutnya.
Di tengah polemik yang masih bergulir, kuasa hukum Ruben Onsu menyayangkan sikap keluarga Sarwendah yang ikut campur dalam permasalahan pasca cerai. Minola Sebayang menyinggung soal etika yang diabaikan. (*)
Artikel Asli




