Komite Gereja Palestina Kecam Pelanggaran Israel Terhadap Situs Suci Kristen di Lebanon

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Ramallah: Komite Kepresidenan Tertinggi untuk Urusan Gereja di Palestina mengecam keras tindakan pelanggaran yang dilakukan militer Israel terhadap situs-situs suci umat Kristen di Lebanon selatan.

Pihak komite mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap kebebasan beribadah.

Pihak komite menilai bahwa rangkaian pelanggaran di Lebanon mencerminkan pola tindakan serupa yang selama ini diterapkan terhadap situs-situs suci umat Islam dan Kristen di Palestina melalui serangan berulang terhadap tempat ibadah, pemuka agama, serta kawasan suci.

Komite tersebut menegaskan bahwa penargetan terhadap tempat ibadah dan simbol-agama merupakan bentuk serangan terhadap warisan kemanusiaan dan nilai-nilai spiritual bersama.

Mereka memperingatkan bahwa pembiaran atas serangan berkelanjutan pada situs suci berisiko memicu ketegangan yang lebih luas, sekaligus merusak berbagai upaya yang bertujuan mendorong dialog dan saling menghormati antarumat beragama dan bangsa.

"Aksi tersebut merupakan serangan terhadap warisan kemanusiaan dan nilai-nilai spiritual bersama," demikian pernyataan tertulis komite tersebut, seperti dikutip Anadolu, pada Kamis, 4 Juni 2026.

Sejalan dengan hal itu, mereka mendesak komunitas internasional serta organisasi hak asasi manusia untuk segera bertindak guna menghentikan pelanggaran berulang terhadap situs-situs keagamaan dan memastikan adanya pertanggungjawaban hukum.

Pernyataan bersikap ini mencuat di tengah gelombang kritik yang terus meningkat atas rentetan insiden berulang yang melibatkan tentara Israel terhadap simbol-simbol keagamaan Kristen di Lebanon selatan.

Salah satu yang memicu kecaman adalah rekaman video yang beredar luas di internet bulan lalu, yang memperlihatkan seorang tentara Israel menyelipkan sebatang rokok ke mulut patung Bunda Maria.

Sebelumnya pada bulan April, sebuah rekaman video lain juga sempat viral dan memperlihatkan aksi seorang tentara Israel yang menggunakan beliung untuk menghancurkan patung Yesus Kristus di Kota Debel, Lebanon selatan.

Insiden tersebut seketika memicu kecaman luas baik dari tokoh keagamaan maupun elite politik. Sejumlah laporan resmi juga telah mendokumentasikan kerusakan struktural pada beberapa bangunan gereja akibat operasi militer Israel di Lebanon.

Selain kerusakan fasilitas, konflik bersenjata ini dilaporkan telah menewaskan Pastor Pierre al-Rahi, seorang pendeta yang bertugas di Gereja Mar Georgios.

Sebagai informasi tambahan, serangkaian tindakan pelanggaran oleh pihak Israel terhadap situs-situs Kristen juga telah banyak terdokumentasi dengan baik di wilayah pendudukan Yerusalem Timur serta di Jalur Gaza dalam beberapa tahun terakhir.

(Kelvin Yurcel)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Erika Richardo Masuk Forbes 30 Under 30 Asia 2026, Ini Profilnya
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Xavier Marks Realty Resmi Hadir di Makassar, Dorong Transformasi Properti Digital di Makassar
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Daftar 8 Tersangka Kasus Kepengurusan Dokumen Imigrasi, Wamen Imipas Silmy Karim hingga Eks Plt Dirjen Saffar Godam
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Williams dan Doue Bersaudara, Kisah Adik Kakak Beda Negara di Piala Dunia 2026
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tingkatkan Pelayanan, Rudi Hartono Bangun Dukung Peremajaan Gerbong Kereta Api
• 4 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.