VIVA – Persib Bandung, Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya bernasib serupa hanya dalan hitungan hari setelah kompetisi Super League musim ini berakhir.
Yaitu kehilangan para pemain bintangnya yang memutuskan pamit setelah menjalani musim yang membanggakan untuk klubnya masing-masing.
Setelah musim berakhir, setiap klub langsung berbenah untuk menyongsong musim depan. Ada yang bertekad juara dan ada pula yang sekadar bertahan di kasta tertinggi.
Salah satu cara yang lumrah dilakukan oleh tim adalah perombakan skuad atau menyeleksi pemain yang masuk maupun yang dicoret dari skuad.
Biasanya, cara ini dilakukan setelah memberikan seluruh elemen tim menikmati periode beristirahat setelah menjalani musim yang melelahkan.
Tapi berbeda dari musim-musim sebelumnya, sejumlah klub Super League langsung berbenah hanya beberapa hari setelah kompetisi yang dimenangkan Persib Bandung selesai.
Lebih lanjut, Persib Bandung yang keluar sebagai juara bahkan menjadi tim pertama yang umumkan perpisahan dengan satu pemain pentingnya.
Lalu, siapa saja pemain yang sudah dipastikan pamit dari Persib, Persija dan Persebaya di akhir musim?
1. Layvin Kurzawa (Persib Bandung)- Instagram @persib
Persib Bandung telah mengonfirmasi bahwa pihaknya tidak melanjutkan kontrak dengan bintang asal Prancis Layvin Kurzawa untuk Super League musim depan.
“Musim yang istimewa telah dilalui bersama. Walaupun singkat, namun kehadiranmu berhasil membawa satu piala. Terima kasih telah menjadi bagian dari Persib,“ rilis resmi Persib Bandung.
Melalui unggahan media sosial Instagram-nya, Layvin Kurzawa juga telah umumkan berpisah dengan Persib Bandung yang diikuti ucapan terima kasih dari Bobotoh.
Datang di pertengahan musim, Layvin Kurzawa catat 9 laga dan 1 asisst berkelas untuk Maung Bandung hingga puncaknya gelar Super League 2025/2026.
2. Allano Lima (Persija Jakarta)- ILeague
Sebelum diumumkan secara resmi oleh akun ofisial Persija Jakarta, winger asal Brasil Allano Lima telah lebih dulu mengonfirmasi jika dirinya akan pergi dari ibu kota.
“Saya pergi dengan kesedihan karena tidak bisa terus melanjutkan. Walaupun keinginan terbesar saya adalah untuk tetap bertahan dan terus berjuang bersama kalian, sayangnya, keputusan akhir tidak ada di tangan saya,“ kata Allano.




