Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengeklaim bahwa pariwisata Tanah Air tetap resilien di tengah dampak konflik Timur Tengah, tecermin dari data kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang tetap tumbuh hingga April 2026.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri menyampaikan bahwa konflik geopolitik telah memicu pembatalan 1.444 penerbangan via Timur Tengah sejak akhir Februari 2026 hingga akhir Mei 2026, dengan potensi 160.052 perjalanan wisman yang tidak terealisasi.
Namun, data Badan Pusat Statistik (BPS) disebutnya menunjukkan pertumbuhan kunjungan turis asing justru meningkat pada periode Maret–April 2026 ketika dampak konflik mulai terasa.
"Pada dua bulan yang terdampak penutupan penerbangan tersebut, kita justru melihat pertumbuhan yang lebih tinggi di Maret–April 2026 dibandingkan tahun lalu yaitu sebesar 8,72%," kata Widiyanti dalam rapat kerja dengan DPR RI, Rabu (3/6/2026).
Dia mengakui bahwa gangguan konektivitas tersebut menyebabkan kunjungan wisatawan asal Timur Tengah turun 20,05%. Kunjungan turis asal Eropa juga menyusut 12,42% pada rentang waktu serupa.
Kendati demikian, pasar wisatawan dari kawasan lain, khususnya jarak dekat justru menunjukkan peningkatan. Dia menyebut wisatawan asal Asia Tenggara tumbuh 17,14%, Asia lainnya naik 12,66%, sedangkan Oseania meningkat 11,22% pada Maret-April 2026.
Baca Juga
- Memacu Pariwisata Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
- Kala Investasi Pariwisata Terkonsentrasi di Bali, Jakarta dan Kepri
- Kemenpar Bidik Investasi Pariwisata Rp63,5 Triliun pada 2026, Sebaran Masih Belum Merata
“Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia telah menjadi pilihan untuk berwisata di tengah situasi geopolitik ini,” tuturnya.
Lebih lanjut, dia memaparkan bahwa kualitas kunjungan wisman juga mengalami peningkatan dari sisi rata-rata pengeluaran per kedatangan (average spending per arrival) pada kuartal I/2026, yakni US$1.346 atau sekitar Rp22,68 juta.
Angka tersebut tumbuh 5,36% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Widiyanti juga menyebut lama tinggal wisatawan mancanegara meningkat 8,53% secara tahunan.
Sebelumnya, BPS mencatat jumlah kunjungan wisman per April 2026 sebanyak 1,25 juta kunjungan, naik 14,75% secara bulanan (MtM) atau naik 7,22% secara tahunan (YoY).
Secara kumulatif atau pada Januari–April 2026, BPS juga mencatat kunjungan wisman mencapai 4,86 juta atau tumbuh 8,24% dibandingkan periode sama tahun lalu.
Berdasarkan kewarganegaraan atau paspor yang dipegang di pintu masuk utama, kunjungan wisman paling banyak dilakukan oleh wisatawan yang memegang paspor Malaysia yaitu sebanyak 16,65%, disusul Australia sebesar 12,65%, serta China (10,73%).





