Pemugaran Masuk Tahap Dua, Puncak Candi Jago Disusun Kembali

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

Terik matahari menemani nyaring suara gerinda di Candi Jago, di Tumpang, Kabupaten Malang, Selasa (2/6/2026) siang. Satu persatu pekerja memotong balok-balok batu andesit yang akan dipakai untuk memugar candi yang ditargetkan rampung November 2026.

Meski diselimuti paranet, kepulan debu berhasil menelusup. Angin kencang ikut menerbangkan partikel kecil itu ke perumahan warga yang ada di sekitarnya.

Berada di tengah perkampungan, Candi Jago tengah bersolek. Sejak 2025, Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI, memugarnya. Tahap pertama sudah usai. Kini, pemugaran masuk tahap kedua.

Koordinator Juru Pelihara Candi Se-Malang Raya, Imam Pinarko, mengatakan, pemugaran tahap pertama dilakukan pada bagian bawah, mulai kaki candi sampai selasar. Sedangkan tahap kedua menyasar bagian atas, berupa pintu.  

“Pemugaran kedua fokus bagian atas atau puncak karena saat pertama ditemukan hanya sebatas ambang pintu. Namun nanti dibuat ruang (bagian atas terbuka) seperti yang terlihat di Candi Badut di Kota Malang,” tuturnya.

Baca JugaPemugaran Candi Kedaton

Material yang digunakan juga berbeda. Saat pemugaran pertama, mereka menggunakan batu andesit breksi keras.

Di tahap kedua, pilihannya jatuh pada batu andesit yang lebih ringan. Ada beberapa pertimbangan, salah satunya terkait beban karena yang dipugar bagian atas.

”Untuk pemugarannya, kemungkinan dua tahap saja, sampai November 2026. Rencana awal, pemugaran memang dilakukan tiga tahap,” ujarnya.

Baca JugaCandi Kedulan Dipugar untuk Pusat Studi Arkeologi

Menurut Imam, pemugaran candi situs nasional di Malang Raya terus dilakukan. Selain Candi Jago, pemugaran dilakukan untuk Candi Badut (1990-1992), Candi Kidal (1986-1990), dan Candi Singosari. Setelah proses Candi Jago rampung, giliran Candi Penataran di Blitar, yang akan dipugar.

Avirista (33), warga Malang, menilai, candi merupakan bangunan lama yang rentan akan kerusakan. Diterpa cuaca, panas dan hujan dari waktu ke waktu, struktur candi rawan mengalami penurunan. Pemugaran struktur candi menjadi salah satu cara membuatnya terus berdiri.

“Bagus kalau direnovasi. Makanya, pemugaran penting demi menjaga keutuhan candi. Disamping itu, dari proses tersebut, mungkin ada temuan baru lagi yang selama ini belum terungkap sehingga bisa melengkapi kepingan sejarahnya,” ujarnya.  

Sejarah Candi Jago

Jago didirikan Raja Kertanegara, raja Singhasari (Tumapel) untuk menghormati ayahnya, Wisnuwadhana yang meninggal pada tahun 1268. Nama Jago sendiri mengacu pada kata “Jajaghu” dalam Kitab Negarakertagama.

Keistimewaan Candi Jago terletak pada napas keagamaan, yakni Siwa Buddha, sebuah perpaduan ajaran Hindu dan Buddha yang berkembang pada masa Singhasari. Perpaduan itu bisa dilihat pada relief yang menghiasi bagian kaki hingga dinding atas.  

Sejumlah relief yang ada di Jago meliputi Arjuna Wiwaha, Kresnayana, dan Tantri Kamandaka. Arjuna wiwaha berkisah tentang Niwatakawaca, seorang raksasa, yang awalnya berniat menghancurkan surga kerajaan Dewa Indra. Berhubung raksasa itu tidak bisa dihancurkan, Indra meminta bantuan Arjuna.

Sementara itu, relief kresnayana bercerita soal percintaan Kresna dan Dewi Rukmini. Kisah ini hasil karya Empu Triguna yang hidup pada masa pemerintahan Raja Warsajaya dari Kerajaan Kediri.

Adapun relief tantri kamandaka bercerita tentang binatang yang memiliki filosofi ihwal kebijaksanaan, moralitas, dan nilai-nilai kehidupan.

Di tengah suara gerinda dan debu batu yang beterbangan, pemugaran itu berusaha menjaga salah satu kepingan Singhasari bertahan lebih lama. Tidak hanya tujuh abad setelah dibangun tapi bisa jadi untuk selamanya.

Baca JugaCandi Parit Duku, Kompleks Stupa dengan Temuan Bata Berornamen Paling Kaya
Baca JugaCandi Kotomahligai, Perpaduan Arsitektur Menawan dan Keindahan Alam

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siap-siap! Pemerintah Bakal Naikkan Harga MinyaKita, Ini Pertimbangannya
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Prabowo Akui Sedih Pecat Dadan Cs dari BGN: Orang Kepercayaan Saya, Tapi Harus Berpihak kepada Rakyat
• 11 jam laludisway.id
thumb
PSN di Papua Selaras dengan Kelestarian Lingkungan, Tokoh Adat Papua Ajak Waspadai Provokasi
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Tragis! Satu Santri Tewas dalam Dugaan Pembakaran oleh Teman Sesama Santri
• 6 jam lalueranasional.com
thumb
Kronologi Prabowo Tahu Penyelewengan di BGN Terungkap
• 13 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.