JAKARTA, DISWAY.ID - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) anjlok tebus Rp18.030 pada Kamis, 4 Juni 2026 pagi.
Mata uang rupiah terus mengalami fluktuasi mnandai level terlemah sepanjang masa uang garuda terhadap greenback.
Melansir data dari Bloomberg, penguatan dolar AS terhadap rupiah tercatat mencapai 0,71 persen dengan posisi terakhir berada di angka Rp17.966 per dolar AS.
BACA JUGA:Kurs Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Laporan Bloomberg Sebut Pasar Waspadai Intervensi Bank Indonesia
Adapun melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dipengaruhi oleh beberapa faktor baik global maupun domestik.
Kuatnya nilai dolar AS dapat terjadi ketika investor mencari aset yang dianggap lebih aman.
Faktor yang mendorong nilai dolar terus menguat adalah kondisi ekonomi Amerika Serikat yang menujukkan performa yang lebih kuat dibandingkan negara berkembang.
Kondisi ini tentu membuat tekanan terhadap mata uang bagi negara-negara berkembang, termasuk rupiah yang menjadi melemah.
Hal ini berdampak pada biaya impor yang berpotensi meningkat dan harga bahan baku yang masih bergantung pada pasokan luar negeri.
BACA JUGA:Rupiah Anjlok ke Rp17.902 dari Dolar AS, BI Bongkar Penyebab Utamanya
Nilai rupiah yang semakin melemah juga menjadi ancaman bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.
Tanpa sadar, mereka akan mendapat efek domino imbas kuatnya nilai dolar AS terhadap rupiah. Berikut beberapa potensi yang wajib diwaspadai.
Potensi Ancaman yang Harus Diwaspadai Usai Dolar Tebus Rp18.000 1. Harga Makanan dan Minuman MelonjakMakanan dan minuman menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat, tak sedikit orang masih merasa aman ketika sedang bertransaksi dengan rupiah.
Faktanya, banyak makanan dalam negeri berumber dari hasil ekspor yang dibeli dengan menggunakan dolar.
Sebagai gambaran, kedelai dan gandum merupakan dua komoditas impor yang sangat dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
- 1
- 2
- »





