Banggar DPR Sebut Tata Kelola BGN Lemah, Alokasi Anggaran Tidak Tepat Sasaran

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Ketua Banggar mengaku sejak awal sudah mengingatkan BGN untuk memperbaiki tata kelola di lingkungannya.

Banggar DPR Sebut Tata Kelola BGN Lemah, Alokasi Anggaran Tidak Tepat Sasaran. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah, buka suara ihwal kasus dugaan korupsi penyimpangan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan eks Kepala BGN Dadan Hindayana bersama eks Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung.

Said menyampaikan bahwa sejak awal, Banggar DPR sudah mengingatkan BGN untuk memperbaiki tata kelola di lingkungannya. Terutama berkaitan dengan MBG, yang menjadi program prioritas pemerintah.

Baca Juga:
Kejagung Mulai Selidiki Kasus Korupsi MBG yang Libatkan Dadan Seminggu Terakhir

"Saya sejak awal bolak-balik menyatakan kelemahan BGN sebagai prioritas yang menjadi andalan Bapak Presiden adalah pada aspek tata kelolanya," kata Said di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Ia juga menyoroti adanya pengalihan fokus anggaran yang dianggap tidak tepat sasaran. Menurutnya, dana negara seharusnya dialokasikan sepenuhnya untuk memberikan asupan gizi kepada rakyat melalui program Makan Bergizi Gratis.

Baca Juga:
Dadan Jadi Tersangka Korupsi MBG, Kiprah BGN Telah Disorot Kemenkeu hingga BPKP

"Itu yang saya sampaikan bolak balik, dan fokus kepada makan bergizi gratis, bukan fokus kepada insentif, fokus pada sepeda motor, fokus pada iPad. Itu tidak ada hubungan sama sekali," ujarnya menegaskan.

Sebelumnya, Komisi IX DPR juga mengaku tidak pernah menerima laporan terkait pengadaan barang yang dilakukan oleh BGN selama masa kepimpinan Dadan Hindayana dan wakil-wakilnya. 

Baca Juga:
Dadan dkk Jadi Tersangka Korupsi MBG, Punya Yayasan yang Dapat Insentif Miliaran Rupiah per Hari

Dadan Cs diduga melakukan mark up atau penggelembungan anggaran dalam proses pengadaan sejumlah barang seperti motor listrik, tablet, televisi, hingga sepatu. Pengadaan barang-barang ini telah diprotes oleh banyak orang di media sosial. 


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wanita Hamil yang Ditendang Preman di Medan Akan Cek Kondisi ke RS
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Istana Segera Copot Silmy Karim dari Wamen Imipas Usai Ditahan KPK
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Istri Kacab Bank Menangis 3 Prajurit TNI Lolos Pembunuhan Berencana, Keluarga Minta Oditur Banding!
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Ibu dan Anak Tersangka Pencurian HP di Bandara Soetta Dapat Restorative Justice, Polisi Carikan Pekerjaan
• 1 jam laludisway.id
thumb
Gisella Anastasia Berduka Kehilangan Opung, Gempita Nora Marten Pertama Kalinya Ikut Prosesi Adat Batak
• 9 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.