'Jangan Takut Blackout Internet', Dedi Mulyadi Minta Penataan Kabel Semrawut di Bandung Berlanjut

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menargetkan penataan kabel udara yang semrawut di berbagai wilayah, termasuk Kota Bandung, dilakukan secara bertahap hingga beralih ke sistem kabel bawah tanah.

Ia menargetkan proyek tersebut mulai terintegrasi dengan pembangunan jalan provinsi pada 2027.

Dedi Mulyadi mengatakan keberadaan kabel yang menjuntai dan menumpuk di atas jalan tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga menciptakan kesan semrawut pada ruang publik. Perapian kabel saya sudah dari dulu.

"Target saya 2027 selesai. Minggu depan saya akan mengundang pihak-pihak terkait, termasuk penyelenggara jaringan, untuk membahas langkah penataannya," katanya, Kamis (4/6/2026).

Ia menuturkan, sejumlah perusahaan penyedia jaringan sebelumnya menyampaikan bahwa penataan kabel dapat dilakukan tanpa biaya besar.

Namun, menurutnya, kondisi kabel yang sudah terlanjur menumpuk di banyak titik membuat proses penataan tetap membutuhkan investasi.

Baca Juga

  • Dedi Mulyadi Janjikan Rp2 Miliar Jika Persib Pertahankan Gelar Musim Depan
  • WTP ke-15 Menjawab Keraguan atas Kebijakan Anggaran Dedi Mulyadi
  • Dedi Mulyadi Tahan Status Darurat Sampah Bandung: Nanti Orang Panik

"Mereka bilang tanpa biaya, tapi menurut saya kalau jumlahnya sudah banyak begini, pada akhirnya harus berbiaya juga," ujarnya.

Pihaknya menegaskan, setiap daerah di Jawa Barat harus mulai menyusun langkah bertahap untuk menghilangkan kabel yang berserakan di atas jalan dan memindahkannya ke bawah tanah.

Untuk ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, ia menargetkan pembangunan infrastruktur jalan ke depan dilakukan bersamaan dengan pemasangan utilitas bawah tanah.

"Prinsip dasarnya, setiap daerah harus secara bertahap menyelesaikan kabel yang berserakan di atas. Saya targetkan untuk jalan provinsi di Jawa Barat, pada 2027 pembangunan jalannya harus bareng dengan pemasangan kabel bawah tanah," tegasnya.

Menanggapi kekhawatiran adanya gangguan jaringan internet jika kabel dipindahkan ke bawah tanah, Dedi menilai perkembangan teknologi seharusnya mampu menjawab tantangan tersebut.

"Teknologinya yang harus ditingkatkan," katanya.

Sebagai contoh, pihaknya menyoroti kondisi kabel udara di kawasan Ledeng, Setiabudi, Kota Bandung, yang menurutnya sudah sangat padat dan mengganggu pemandangan kota.

“Coba lihat di depan Ledeng, kabelnya ribuan. Melihatnya saja sudah bikin pusing," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana mengkonsolidasikan berbagai pihak terkait dalam waktu dekat untuk menyusun skema penataan kabel udara, terutama di kawasan perkotaan yang selama ini dipenuhi jaringan utilitas yang tumpang tindih.

Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi masyarakat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lebak Uji Varietas Padi PS 08, Hasil Panen Ditargetkan Tembus 8,7 Ton per Hektare
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Pergantian Kepala BGN Disebut Sebagai Langkah Perbaikan Program MBG ke Depan
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
DPR Gelar Paripurna Pengesahan RUU P2SK, 139 Anggota Dewan Hadir
• 5 jam laludetik.com
thumb
Sony Sanjaya Tulis Pesan untuk Kepala BGN Nanik S Deyang Sebelum Ditahan, Apa Isinya?
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Jakarta Jadi Percontohan Nasional Layanan Terpadu Korban Kekerasan
• 2 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.