Lebak Uji Varietas Padi PS 08, Hasil Panen Ditargetkan Tembus 8,7 Ton per Hektare

tabloidbintang.com
1 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Upaya meningkatkan produksi pangan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Lebak. Salah satunya melalui penanaman padi varietas unggul PS 08 yang digelar di Desa Kolelet Wetan, Kecamatan Rangkasbitung, Rabu (4/6). Program ini diharapkan mampu mendongkrak hasil panen petani hingga mencapai 8,7 ton per hektare.

Kegiatan tanam padi tersebut dihadiri langsung Bupati Lebak, Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya, bersama petani setempat serta sejumlah pihak yang terlibat dalam pengembangan sektor pertanian daerah.

Menurut Hasbi, penguatan sektor pangan menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah, terutama karena Kabupaten Lebak memiliki peran strategis sebagai wilayah penyangga kebutuhan pangan di sekitar kawasan Jakarta.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa mewujudkan cita-cita besar bangsa untuk ketahanan pangan nasional. Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dukungan langsung dari Yayasan Bhakti Bela Negara menjadi kekuatan besar dalam membangun sektor pertanian,” ujar Hasbi.

Bupati Lebak yang lahir pada 20 Maret 1993 itu menilai keberhasilan program ketahanan pangan tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata. Sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah hingga masyarakat, dinilai menjadi faktor utama untuk meningkatkan produksi pertanian.

Ia mengatakan, pemerintah daerah saat ini berupaya menyeimbangkan pembangunan di berbagai sektor, termasuk infrastruktur dan pertanian. Menurutnya, peningkatan produktivitas pangan menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung kebutuhan pangan nasional.

“Di bawah kepemimpinan yang masih muda, kami terus berupaya memperbaiki berbagai sektor, mulai dari infrastruktur jalan hingga ketahanan pangan. Sebagai daerah yang dekat dengan DKI Jakarta, Lebak harus mampu berkontribusi besar terhadap cita-cita bangsa dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional,” katanya.

Hasbi juga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memperkuat kerja sama lintas sektor agar program pembangunan dapat berjalan lebih optimal.

“Saya ingin mewujudkan pemerintahan yang bekerja bersama. Tugas satu OPD dengan OPD lainnya saling berkaitan. Karena itu, semangat gotong royong harus terus dibangun agar program pembangunan berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dukungan terhadap program tersebut turut disampaikan Wakil Ketua Dewan Pengurus Nasional Bidang Ketahanan Pangan Yayasan Bhakti Bela Negara, Mayjen TNI (Purn) Tri Martono. Ia menyebut penanaman padi PS 08 sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.

“Hari ini bukan sekadar menanam padi. Ini merupakan simbol dukungan terhadap program pemerintah yang sedang gencar meningkatkan produksi pangan nasional, menyejahterakan petani, menstabilkan harga pangan, dan pada akhirnya menciptakan kedaulatan pangan nasional,” ujar Tri Martono.

Ia juga mengapresiasi kehadiran Bupati Lebak yang turun langsung ke lahan pertanian bersama para petani.

“Atas nama Yayasan Bhakti Bela Negara, kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati yang hadir langsung bersama para petani bahkan ikut turun ke sawah. Ini menunjukkan kepedulian yang sangat besar terhadap para petani di Kabupaten Lebak,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, menjelaskan bahwa penanaman varietas PS 08 dilakukan pada lahan percontohan seluas sekitar 10 hektare. Luasan tersebut jauh lebih besar dibandingkan demplot yang biasanya hanya berkisar satu hingga dua hektare.

“Biasanya demplot hanya satu hingga dua hektare, tetapi kali ini mencapai 10 hektare sesuai harapan bersama untuk mendorong peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Lebak,” jelas Rahmat.

Ia memaparkan, Kecamatan Rangkasbitung memiliki sekitar 1.228 hektare lahan sawah, sedangkan Desa Kolelet tercatat memiliki sekitar 108 hektare area persawahan. Adapun kelompok tani yang terlibat dalam program ini mengelola sekitar 28 hektare lahan.

Rahmat optimistis penggunaan benih unggul PS 08 dapat meningkatkan produktivitas dibandingkan varietas yang selama ini ditanam petani. Jika sebelumnya hasil panen rata-rata berada di kisaran 6,3 hingga 7 ton per hektare, varietas baru tersebut ditargetkan mampu menghasilkan panen hingga 8,7 ton per hektare.

“Selama ini produktivitas di Desa Kolelet berkisar antara 6,3 hingga 7 ton per hektare. Dengan varietas PS 08, kami berharap hasil panen dapat meningkat hingga sekitar 8,7 ton per hektare. Jika target ini tercapai, maka pendapatan petani juga akan meningkat dan posisi Kabupaten Lebak sebagai lumbung pangan Provinsi Banten akan semakin kuat,” paparnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ucapan Purbaya Bilang Jangan Takut Saat IHSG Longsor 4%, Jamin Ini
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Harga Bahan Pokok Melonjak, Warteg di Tangsel Hapus Menu Favorit dan Kurangi Porsi
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Fenomena Baru Warga RI: Ngirit Beli Buah, Biang Keroknya Dolar Mahal
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Anggota DPR Nilai Kinerja Dadan Hindayana Layak Diapresiasi Meski Dicopot dari Kepala BGN
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
OECD Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Melambat Jadi 2,8 Persen pada 2026
• 20 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.