Seleksi Lebih Mudah, OSN 2026 Pakai Platform TKA

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 akan memanfaatkan platform Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada sejumlah tahapan seleksi. Langkah ini dilakukan untuk memudahkan sekolah dan peserta karena sistemnya sudah dikenal luas di lingkungan pendidikan.
 
"Untuk jenjang dasar dan menengah di tingkat kabupaten dan provinsi menggunakan platform berbasis TKA," kata Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica Irene dalam Taklimat Media di Jakarta, Kamis 4 Juni 2026. 
 
Dengan begitu pemanfaatan platform TKA berlaku untuk jenjang SD, SMP dan SMA. Platform TKA akan digunakan pada seleksi tingkat kabupaten/kota dan provinsi saja. 

Namun, ia menegaskan penggunaan TKA hanya terkait platform pelaksanaan ujian. Penggunaan TKA bukan materi maupun bentuk soal yang diujikan.
  Baca juga: 15 Soal OSN IPS SD 2026 dan Kunci Jawaban, Bikin Makin Siap Hadapi Lomba!
Hal serupa disampaikan Kepala Bidang Pengembangan dan Fasilitasi Pelaksanaan Asesmen, Handaru Catu Bagus. Menurut dia, pemanfaatan platform TKA bertujuan mempermudah operator sekolah karena aplikasi yang digunakan sudah familiar.
 
"Tujuannya untuk memudahkan satuan pendidikan. Mereka sudah familiar dengan platform yang digunakan sehingga ketika simulasi maupun pelaksanaan, tinggal menggunakan aplikasi yang sudah tersedia," ujar Handaru.
 
Untuk tingkat SMA, seleksi provinsi dan semifinal nasional nantinya menggunakan Learning Management System (LMS) Moodle. Karena bentuk soal yang lebih kompleks dibanding jenjang sebelumnya. Jadwal Rangkaian Tahapan Seleksi OSN 2026 Rangkaian seleksi akan dimulai serentak pada bulan Juni 2026 mulai dari tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K), berlanjut ke tingkat Provinsi (OSN-P), hingga puncaknya pada babak Final di tingkat Nasional (OSN). Berikut adalah lini masa per jenjang pendidikan:
 
Jenjang SD dan SMP Sederajat
  • Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K)
OSN-K SD: 8 Juni 2026
OSN-K SMP: 11 Juni 2026
Ketentuan: Diikuti maksimal 5 murid/cabang ajang/sekolah.
  • Tingkat Provinsi (OSN-P)
OSN-P SD: 6 Juli 2026
OSN-P SMP: 9 Juli 2026
Ketentuan: Diikuti maksimal 5 murid/cabang ajang/kabupaten/kota.
  • Tingkat Nasional (OSN)
Pelaksanaan: 25 - 31 Agustus 2026
Ketentuan: Kuota finalis nasional sebanyak 115 murid per cabang ajang.
 
Jenjang SMA Sederajat
  • Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K): 18 s.d 19 Juni 2026 (Kuota maksimal 5 murid/cabang ajang/sekolah).
  • Tingkat Provinsi (OSN-P): 27 s.d 29 Juli 2026 (Akses kuota dapat dilihat melalui tautan resmi `s.id/Kuota_OSNSMA`).
  • Tingkat Nasional Tahap Semifinal: 12 Agustus 2026 (Menyaring hingga tersisa 100 murid per bidang).
  • Tingkat Nasional (Final OSN):14 s.d 20 September 2026 (Kompetisi puncak yang diikuti oleh 60 murid terbaik per bidang).
Baca juga: Contoh Soal OSN IPA SD 2026 dan Kunci Jawabannya, Latihan Yuk!   Komponen dan Media Pelaksanaan Tes OSN 2026 OSN-Kabupaten/Kota (OSN-K)
 
Platform:
  • SD/SMP (DIKDAS): Berbasis TKA (Tes Kemampuan Akademik)
  • SMA (DIKMEN): Berbasis TKA (Tes Kemampuan Akademik)
Moda:
  • SD/SMP (DIKDAS): Daring dan Semi Daring
  • SMA (DIKMEN): Semi Daring
Pengawasan:
  • Pengawas Silang
  • Siaran Langsung
  • Khusus daerah 3T dengan keterbatasan internet dilaksanakan semi daring melalui Google Drive
OSN-Provinsi (OSN-P)
 
Platform:
  • SD/SMP (DIKDAS): Berbasis TKA (Tes Kemampuan Akademik)
  • SMA (DIKMEN): LMS Moodle
Moda:
  • SD/SMP (DIKDAS): Daring
  • SMA (DIKMEN): Daring
Pengawasan:
  • Pengawas Pusat
  • Pengawas Silang
  • Aplikasi Zoom
OSN-Nasional (OSN)
 
Platform:
  • SD/SMP (DIKDAS): LMS Moodle
  • SMA Semifinal (DIKMEN): LMS Moodle
  • SMA Nasional Luring (DIKMEN): Tes Teori & Tes Praktikum
Moda:
  • SD/SMP (DIKDAS): Daring
  • SMA Semifinal (DIKMEN): Daring
  • SMA Nasional Luring (DIKMEN): Pelaksanaan Luring
Pengawasan:
  • Tahap Daring (SD/SMP & SMA Semifinal): Pengawas Pusat, Pengawas Silang, dan Zoom
  • Tahap Luring (SMA Final): Pengawasan melekat di lokasi tes teori dan praktikum
Daftar Bidang Studi Ajang OSN tahun ini melombakan variasi disiplin ilmu yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan kognitif siswa di setiap jenjang pendidikan. Kejutan terbesar muncul pada rumpun pendidikan menengah dengan hadirnya kategori kecerdasan buatan.
 
Jenjang Pendidikan Dasar (SD/MI dan SMP/MTs Sederajat)
 
Untuk jenjang pendidikan dasar, fokus kompetisi tetap berada pada fondasi sains dasar yang kuat, meliputi:
 
SD/MI/Sederajat 
1. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
2. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
3. Matematika.
 
SMP/MTs/Sederajat
1. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
2. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
3. Matematika.
 
Jenjang Pendidikan Menengah (SMA/MA/SMK/MAK Sederajat)
Kompetisi di tingkat Dikmen berlangsung jauh lebih spesifik dan mencakup 10 bidang keahlian, yaitu:
1. Matematika
2. Fisika
3. Kimia
4. Biologi
5. Informatika / Komputer
6. Astronomi
7. Ekonomi
8. Kebumian
9. Geografi
10. Eksibisi AI (Artificial Intelligence)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Momen Prabowo Sapa Kepala BGN Baru Nanik S Deyang
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
DPR Prihatin Eks Kepala BGN Dadan dan Wamen Imipas Simly Terjerat Korupsi
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Dadan Resmi Pakai Rompi Tahanan Kejagung RI
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Sugiono Ungkap Prabowo dan Menlu Turki Bahas Perkembangan Iran-Palestina
• 18 jam laludetik.com
thumb
Kalimat Orang Bermental Tangguh yang Diucap Berulang Setiap Hari
• 18 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.