Jakarta: Universitas Gadjah Mada (UGM) merilis laporan tracer study 2026 yang menjadi salah satu informasi paling dinantikan oleh calon mahasiswa. Laporan ini memberikan gambaran mengenai kondisi lulusan setelah menyelesaikan pendidikan, termasuk prospek karier dan tingkat penghasilan dari salah satu kampus ternama di Indonesia.
Diketahui, reputasi UGM dalam mencetak lulusan berprestasi didukung oleh kurikulum adaptif, jaringan alumni yang kuat, serta kolaborasi erat dengan ratusan industri. Tercatat 76 persen alumninya langsung bekerja atau lanjut studi tak lama setelah lulus. Karier lulusan UGM pun seringkali terlihat mentereng.
Baca juga: Mahasiswa UGM Dalami Tata Kelola Hilir Migas dan Transisi Energi Hijau di Pertamina Patra Niaga
Penghasilan alumni UGM Diketahui, reputasi UGM dalam mencetak lulusan berprestasi didukung oleh kurikulum adaptif, jaringan alumni yang kuat, serta kolaborasi erat dengan ratusan industri. Tercatat 76 persen alumninya langsung bekerja atau lanjut studi tak lama setelah lulus. Karier lulusan UGM pun seringkali terlihat mentereng.
Baca juga: Mahasiswa UGM Dalami Tata Kelola Hilir Migas dan Transisi Energi Hijau di Pertamina Patra Niaga
Seiring menunggu pengumuman kelulusan seleksi di kampus UGM, camaba dapat melihat hasil tracer studi secara rinci. Berdasarkan hasil pengumpulan data tracer study, nilai median penghasilan pada lulusan baru (S1) sebesar Rp6 juta per bulan.
Jika dilihat secara mayoritas alumni UGM memiliki rentang gaji Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan. Hal ini menggambarkan lulusan baru sedang memahami realitas dunia kerja serta berada pada tahap pengembangan karier awal, berikut rincian lengkap:
- Penghasilan kurang dari Rp2 juta: 6,7 persen.
- Penghasilan Rp2 juta sampai Rp3 juta: 34,2 persen.
- Penghasilan Rp3 juta sampai Rp5 juta: 38,3 persen.
- Penghasilan Rp5 juta sampai Rp10 juta: 16,7 persen.
- Penghasilan lebih dari Rp10 juta: 4,1 persen.
(Ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com/Husen)
Secara data lulusan baru lebih banyak terserap di perusahaan swasta setengah dari total responden alumni. Data ini menunjukkan bahwa lulusan baru memiliki daya saing yang tinggi, baik di industri maupun pasar kerja yang dinamis.
Sementara itu, dalam sektor pemerintahan merupakan tempat penyerapan bekerja terbesar kedua. Para alumni banyak menduduki posisi bidang administrasi, kearsipan, dan pelayanan masyarakat, terlihat alumni bukan hanya mengejar pada perusahaan sektor profit, melainkan juga turut berperan pada sektor layanan publik.
Demikian informasi mengenai tingkat penghasilan alumni UGM serta penyerapannya di berbagai sektor pekerjaan. Bagi calon mahasiswa baru, informasi ini dapat menjadi motivasi untuk menempuh pendidikan dengan sungguh-sungguh, meningkatkan daya saing di dunia kerja, serta menyusun perencanaan karier sejak dini. (Adrian Bachtiar)



