Purbaya Respons Rupiah Rp 18.000 per Dolar AS ke Pembayaran Utang RI

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan pelemahan rupiah ke kisaran Rp 18.000 per dolar AS masih dalam rentang simulasi pemerintah, meski kondisi itu dapat meningkatkan beban pembayaran utang pemerintah dalam valuta asing.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 13.17 WIB, rupiah melemah 79 poin atau 0,44 persen ke level Rp 18.046 per dolar AS.

Purbaya menjelaskan, pelemahan kurs tidak mengubah besaran kupon utang, tetapi membuat nilai pembayaran dalam rupiah menjadi lebih tinggi ketika kewajibannya berdenominasi valuta asing.

Menurut dia, kondisi tersebut masih berada dalam kisaran perhitungan yang sudah disiapkan pemerintah.

“Kuponnya sih constant. Cuman pada waktu rupiah melemah, ya? Meningkatkan dalam rupiah pembayarannya. Cuman kan gini, ini masih dalam range perhitungan kita yang sebelumnya saya sebutkan itu,” kata Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Kamis (4/6).

Ia mengungkapkan, saat penyusunan APBN pemerintah menggunakan asumsi nilai tukar rupiah di kisaran Rp 16.500 per dolar AS.

Namun, pemerintah juga telah melakukan berbagai simulasi terhadap kemungkinan perubahan kondisi ekonomi, termasuk ketika harga energi meningkat dan tekanan terhadap rupiah membesar.

“Tapi kan terus ada simulasi pada waktu harga BBM naik, Tinggi, kan? Ya, kita hitung di situ. adjustment cukup tinggi,” ujarnya.

Meski demikian, Purbaya tidak merinci batas bawah maupun batas atas rentang simulasi yang digunakan pemerintah. Ia hanya menegaskan bahwa secara fundamental nilai tukar rupiah seharusnya lebih kuat dibanding posisi saat ini.

“Tapi kan saya nggak sebutkan, dan nanti rupiah melemah signifikan. Tapi basically, fundamental rupiah berada di bawah level yang sekarang. Lebih kuat dari yang sekarang,” tutur Purbaya.

Selain itu, Purbaya juga mengungkapkan adanya langkah intervensi di pasar obligasi untuk menjaga stabilitas pasar keuangan domestik. Menurut dia, intervensi yang dilakukan mencapai lebih dari Rp 8 triliun.

“Mungkin Rp 8 triliun lebih yang di-obligasi, ya. Tapi itu yang nggak boleh diomongin, ya. Nggak apa-apa, biar Anda tahu, saya intervensi sedikit,” katanya.

Purbaya menambahkan, intervensi tersebut turut membantu menjaga stabilitas imbal hasil surat utang negara tenor 10 tahun. Menurut dia, pergerakan yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun relatif stabil bahkan cenderung menurun di tengah tekanan terhadap rupiah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dadan dkk Diduga Raup Miliaran dari Mark-up Anggaran Empat Proyek MBG: Motor Listrik, Sepatu, Tablet, dan Televisi
• 14 jam laluharianfajar
thumb
Daftar 8 Tersangka Kasus Kepengurusan Dokumen Imigrasi, Wamen Imipas Silmy Karim hingga Eks Plt Dirjen Saffar Godam
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Bersiap! Alfamidi (MIDI) Akan Tebar Dividen Rp396,2 Miliar
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Di Hadapan Belasan Ribu Pelaksana MBG, Prabowo: Kepentingan Rakyat di Atas Semua Kepentingan
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Bos BGN Tata Ulang Program MBG, SPPG Bakal Dipelototi
• 17 menit lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.