Netanyahu Tanggapi Santai Kemarahan Trump: Dia Teman Terbaik

detik.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menanggapi santai kemarahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada dirinya baru-baru ini. Dia menekankan bahwa mereka berdua sepakat dalam tujuan melucuti senjata Hizbullah untuk mencapai perdamaian antara Israel dan Lebanon.

Trump telah mengkonfirmasi dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Rabu (3/6) di New York Post, bahwa ia sempat bersitegang dengan Netanyahu dua hari sebelumnya, di mana ia dilaporkan mencaci maki sekutu dekatnya itu dengan kata-kata kasar.

Trump marah karena operasi Israel terhadap Hizbullah berisiko menggagalkan diplomasi yang sedang berlangsung dengan Iran, dan merusak upaya untuk mempertahankan gencatan senjata regional yang rapuh.

"Anda benar-benar gila (You are fucking crazy). Apa yang Anda lakukan?" cetus Trump kepada Netanyahu saat itu. Trump mengatakan hal itu kepada Netanyahu setelah mengetahui adanya aksi militer Israel di Lebanon.

Netanyahu menanggapi santai perselisihan tersebut dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi AS, CNBC, dengan mengatakan bahwa ia dan Trump sependapat dalam hal menangani kelompok militan Lebanon, Hizbullah.

"Hizbullah adalah proksi Iran yang menodongkan senjata ke seluruh warga Lebanon dan menggunakan Lebanon sebagai platform untuk meluncurkan rudal teror ke kota-kota kami, untuk meluncurkan drone pembunuh terhadap warga sipil kami," kata Netanyahu dalam wawancara tersebut, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (4/6/2026).

Baca juga: DPR AS Putuskan Trump Tak Bisa Lanjutkan Perang Iran Tanpa Restu Kongres

"Jadi, jika kita ingin menyelamatkan Lebanon, jika kita ingin mencapai perdamaian Lebanon-Israel, seperti yang saya inginkan, kita harus melucuti senjata Hizbullah dan kita harus melakukan demiliterisasi Lebanon. Dan saya tahu bahwa ini adalah tujuan yang sama antara presiden dan saya, dan itulah yang harus kami lakukan," tutur Netanyahu.

Netanyahu mengatakan bahwa ia dan Trump selalu menemukan cara untuk menyelesaikan perbedaan. Dia menolak untuk menjelaskan detail percakapan mereka saat itu.

"Kami memiliki banyak kesepakatan, kami sepakat pada hal-hal utama," kata pemimpin negeri Yahudi itu.




(ita/ita)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Antisipasi Dampak Rupiah Rp 18.000, Bank Indonesia Lakukan Langkah Ini
• 4 jam laludisway.id
thumb
Setelah Kehilangan Dali Wassink, Yaya Kamari Kembali Berduka Sang Kekasih Meninggal Secara Tragis di Bali
• 35 menit laluviva.co.id
thumb
Apa Betul Baterai HP Tak Boleh Dicas 100%? Ini Kata Apple-Samsung
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
UBS Perluas Skala dan Cakupan Program Unggulan Asian Investment Conference di Hong Kong dan Singapura
• 50 menit laluantaranews.com
thumb
Kejagung Ungkap Yayasan Terafiliasi Dadan Cs Raup Insentif Miliaran Rupiah Per Hari
• 23 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.