KOMPAS.TV - Kenaikan harga kedelai impor turut dirasakan para perajin tempe di Tegal, Jawa Tengah. Harga kedelai yang kini menembus Rp11.300 per kilogram, ditambah meningkatnya biaya bahan pendukung seperti plastik pembungkus, membuat biaya produksi terus bertambah.
Kondisi tersebut memaksa para perajin melakukan berbagai penyesuaian agar usaha tetap berjalan. Salah satunya dengan menaikkan harga jual tempe kepada konsumen sekaligus mengurangi ukuran produk.
Jika sebelumnya tempe satu balok dijual seharga Rp10 ribu, kini harganya naik menjadi Rp13 ribu per balok. Selain itu, berat tempe yang diproduksi juga berkurang dan kini berada di bawah satu kilogram per balok.
Tidak hanya itu, para perajin juga mengurangi volume produksi harian untuk menekan biaya operasional. Produksi yang sebelumnya mencapai 30 hingga 40 kilogram per hari kini turun menjadi sekitar 15 hingga 20 kilogram per hari.
Para perajin berharap harga bahan baku dapat kembali stabil sehingga biaya produksi dapat ditekan dan usaha pembuatan tempe tetap dapat berjalan di tengah meningkatnya berbagai kebutuhan produksi.
#Tempe #Tegal #KedelaiImpor
Baca Juga: Utamakan Pasokan Dalam Negeri, Tawaran Impor Daging dan Susu Prancis Masih Dikaji
Penulis : Yulian-Indah
Sumber : Kompas TV
- Tempe
- Tegal
- HargaKedelai





