Kisah Legendaris: Skandal Olimpiade yang Menyeret Pebulutangkis Indonesia

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

VIVA  Melalui Kisah Legendaris, VIVA mengajak pembaca bernostalgia dengan berbagai cerita timeless dari dunia olahraga, mulai dari rivalitas panas, perjuangan atlet, hingga momen menarik yang mengubah sejarah

Olimpiade selalu menjadi panggung tertinggi bagi para atlet dunia untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Semangat sportivitas, persaingan sehat, dan perjuangan meraih prestasi menjadi nilai utama yang dijunjung dalam ajang empat tahunan tersebut.

Baca Juga :
Kisah Karier Luar Biasa An Se Young, Si Ratu Bulutangkis Korea yang Tak Terkalahkan
Kisah Legendaris: Pertandingan 149-0 Gemparkan Dunia Sepakbola Menyimpan Fakta-fakta yang Sulit Diterima

Namun, Olimpiade London 2012 justru menghadirkan salah satu skandal terbesar dalam sejarah bulutangkis dunia. Sebanyak delapan pebulutangkis elite dari China, Korea Selatan, dan Indonesia didiskualifikasi setelah terbukti sengaja berusaha kalah demi mendapatkan keuntungan pada fase gugur.

Insiden yang terjadi di Wembley Arena itu hingga kini masih dikenang sebagai noda hitam olahraga tepok bulu.

Skandal tersebut melibatkan empat pasangan ganda putri, yakni pasangan unggulan pertama asal China Yu Yang/Wang Xiaoli, pasangan Korea Selatan Jung Kyung-eun/Kim Ha-na dan Ha Jung-eun/Kim Min-jung, serta wakil Indonesia Greysia Polii/Meiliana Jauhari.

Keempat pasangan itu tampil dalam pertandingan terakhir fase grup dengan satu tujuan yang sama: menghindari lawan berat di babak perempat final.

Akibat format round robin yang baru diperkenalkan pada Olimpiade London 2012, para pemain sudah bisa memprediksi calon lawan mereka pada fase gugur. Celah itulah yang kemudian dimanfaatkan sejumlah tim untuk mencari jalur yang dianggap lebih mudah menuju perebutan medali.

Puncak kontroversi terjadi saat pasangan China Yu Yang/Wang Xiaoli menghadapi pasangan Korea Selatan Jung Kyung-eun/Kim Ha-na di Grup A.

Penonton yang memenuhi Wembley Arena langsung menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Kedua pasangan terlihat berulang kali melakukan kesalahan yang tidak masuk akal. Shuttlecock sengaja dipukul keluar lapangan, servis menyangkut di net, dan reli-reli sederhana berakhir hanya dalam beberapa pukulan.

Alih-alih berusaha meraih kemenangan, kedua pasangan justru tampak berlomba untuk kalah.

Suasana arena pun berubah panas. Sorakan dan cemoohan mulai terdengar dari tribun. Penonton yang telah membeli tiket dengan harga mahal merasa ditipu oleh tontonan yang jauh dari standar pertandingan Olimpiade.

Baca Juga :
Kisah Legendaris: Malam Paling Memalukan yang Mengguncang Sejarah Basket Dunia
Kisah Legendaris: Saat Barcelona Mengubur PSG dalam Keajaiban Bernama La Remontada
Kisah Legendaris: Final Wimbledon Terhebat Sepanjang Masa, Saat Rafael Nadal Akhiri Kejayaan Roger Federer

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejagung Tahan Dadan Hindayana dan Dua Eks Wakil Kepala BGN, Tampil Pakai Rompi Tahanan dan Tangan Diborgol
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Kronologi Presiden Prabowo Rombak Pimpinan BGN, Dadan Hindayana & Dua Wakil Kepala Dicopot!
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
3 Pemain Odong-Odong Tewas Tersetrum saat Pesta Sunatan, Begini Penjelasan PLN Cikarang
• 12 jam laluokezone.com
thumb
KPK Benarkan OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Tak Hanya Bunga, Kini Floé Flowers Sajikan Matcha!
• 20 jam laluherstory.co.id
Berhasil disimpan.