Kredit Investasi di Bali Tumbuh 16,92 Persen

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, DENPASAR – Kredit investasi di Bali tetap tumbuh positif di tengah ketidakpastian global maupun nasional. 

Kepala OJK Provinsi Bali Parjiman menjelaskan berdasarkan jenis penggunaannya, pertumbuhan kredit yoy masih didorong oleh peningkatan kredit investasi yang tumbuh sebesar Rp6,08 triliun atau 16,92 persen yoy (Maret 2025: 16,24 persen yoy). 

"Peningkatan pada kredit investasi menunjukkan kontribusi perbankan dalam mendukung pembiayaan ekspansi usaha demi mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang di Provinsi Bali," jelas Parjiman, Kamis (4/6/2026).

Dilihat dari pertumbuhan nominal kredit, Sektor Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum mencatatkan penambahan nominal terbesar yaitu Rp2,07 triliun (tumbuh 15,35% yoy). 

Kemudian kredit konsumsi tumbuh 4,28% (yoy) dan kredit modal kerja termoderasi -2,25% (yoy). Sementara itu, berdasarkan kategori debitur, sebesar 51,25% kredit di Provinsi Bali disalurkan kepada UMKM dengan pertumbuhan positif sebesar 4,53% (yoy).

Parjiman menjelaskan stabilitas Industri Jasa Keuangan (IJK) di Provinsi Bali hingga akhir Maret 2026 tetap terjaga solid di tengah berbagai tantangan perekonomian global maupun domestik.

Baca Juga

  • Tarif Angkutan Udara hingga Cabai Naik Pengaruhi Inflasi Bali 2,99%
  • Pajak Hotel dan Restoran di Bali Naik, Walaupun Kunjungan Wisman Turun
  • Potensi Transaksi di Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) Capai Rp6,9 Triliun

"Kinerja IJK tersebut turut menjadi penopang ketahanan perekonomian Provinsi Bali yang berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,58 persen yoy pada kuarter pertama tahun 2026. Capaian tersebut mencerminkan sinergi yang positif antara sektor keuangan dan aktivitas ekonomi masyarakat Provinsi Bali secara keseluruhan," kata Parjiman. 

Penyaluran kredit berdasarkan lokasi bank tumbuh sebesar 6,45% (yoy) menjadi Rp120,66 triliun (Maret 2025: 6,01% yoy). Sementara itu, penyaluran kredit berdasarkan lokasi proyek tumbuh 8,19% (yoy) menjadi Rp146,47 triliun (Maret 2025: 6,26% yoy).

Lebih lanjut, kredit konsumsi tumbuh 4,28% (yoy) dan kredit modal kerja termoderasi -2,25% (yoy). Sementara itu, berdasarkan kategori debitur, sebesar 51,25% kredit di Provinsi Bali disalurkan kepada UMKM dengan pertumbuhan positif sebesar 4,53% (yoy).

Fungsi intermediasi perbankan yang tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) posisi Maret 2026 tercatat sebesar 58,51% (Maret 2025: 59,06%).

Kualitas kredit perbankan di Provinsi Bali tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross sebesar 2,56% lebih rendah dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya (Maret 2025: 3,10%). 

Sementara itu, NPL net berada di posisi 1,77% (Maret 2025: 2,17%). Penyelesaian kredit restrukturisasi dan ekspansi kredit berdampak positif bagi penurunan rasio Loan at Risk (LaR) menjadi 9,12% (Maret 2025: 11,62%).

Ketahanan BPR di Provinsi Bali juga tetap kuat tercermin dari Cash Ratio (CR) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) terjaga di atas threshold, berturut-turut sebesar 14,58% dan 33,84%, menandakan ketahanan permodalan perbankan yang kuat sebagai buffer mitigasi risiko yang memadai.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nadiem Ucapkan Terima Kasih ke Majelis Hakim hingga Prabowo, Jokowi dan SBY saat Bacakan Pleidoi
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Mantan Artis Fabiola Kerja Jadi Scammer Sejak Januari, Digaji Rp 30 Juta
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Cuci Gudang! Jose Mourinho Coret 6 Pemain Real Madrid, Rodrygo dan Camavinga Masuk Daftar Jual
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Pengamat: Impor Migas Tanpa Tender Tak Masalah Dilakukan dalam Kondisi Darurat
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
FIFA World Cup Goes to McD: Nobar Meriah dan Coaching Clinic Sepak Bola Hadir di McDonald’s Indonesia
• 10 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.