HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) terus memperkuat perannya dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai laboratorium pembelajaran, riset, dan inovasi pangan bergizi.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Diskusi Publik bertajuk “SPPG UNHAS: Laboratorium MBG untuk Gizi Bangsa” yang digelar di Redaksi Harian Fajar, Graha Pena Makassar, Kamis (4/6/2026).
Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas sekaligus Tim Ahli SPPG Tamalanrea 14 Unhas, Prof Dr Veny Hadju, MSc, PhD, menjelaskan keterlibatan Unhas dalam program MBG berangkat dari potensi besar yang dimiliki kampus.
Menurutnya, gagasan menghadirkan SPPG di lingkungan Unhas muncul saat dirinya terlibat dalam unit bisnis food and beverage yang dikelola perusahaan milik Unhas yang selama ini menyuplai kebutuhan makanan dan minuman untuk berbagai kegiatan kampus.
“Kami dari FKM, khususnya Departemen Gizi, dilibatkan dalam pengelolaan food and beverage tersebut. Dari situ saya melihat ada peluang besar agar Unhas ikut mengambil peran dalam program MBG,” ujarnya.
Veny mengungkapkan, pengalaman selama menempuh pendidikan di Amerika Serikat semakin menguatkan keyakinannya mengenai pentingnya program pemberian makanan bagi anak sekolah.
Ia melihat secara langsung bagaimana program pemenuhan gizi anak dan ibu di berbagai negara menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Veny, keberadaan fakultas-fakultas yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan, gizi, dan kedokteran menjadi modal penting untuk memperkaya implementasi MBG agar tidak sekadar menjalankan program, tetapi juga menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan secara luas.
Sementara itu, Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Prof Dr Syahdar Baba, S.Pt., MSi, menjelaskan, peran perguruan tinggi sangat penting untuk menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
“Di situlah peran Fakultas Peternakan. Hasil-hasil riset teman-teman diimplementasikan di level peternak untuk menghasilkan produk yang lebih baik dan mampu menyuplai kebutuhan SPPG dalam skala ekonomi yang lebih besar,” tuturnya.
Menurutnya, salah satu fokus utama Fakultas Peternakan saat ini adalah pengembangan telur bernilai tambah sebagai salah satu komponen utama dalam menu MBG.
Tak hanya itu, kebutuhan telur untuk mendukung program tersebut cukup besar. Namun, Unhas tidak ingin hanya menjadi pengguna produk yang sudah tersedia di pasaran.
Ia juga menambahkan, Hasil-hasil riset yang selama ini berada di laboratorium dapat diimplementasikan langsung di tingkat peternak sehingga menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.





