Rupiah Hari Ini Ditutup ke Level Rp18.049

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini mengalami penurunan.

Mengutip data Bloomberg, Kamis, 4 Juni 2026, nilai tukar rupiah terhadap USD ditutup di level Rp18.049 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 82 poin atau setara 0,46 persen dari posisi Rp17.967 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

"Pada perdagangan sore ini mata uang rupiah ditutup melemah 82 poin, sebelumnya sempat melemah 90 poin di level Rp18.049 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp17.967 per USD," kata analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam analisis hariannya.

*Di perdagangan hari ini, rentang pergerakan rupiah berada pada level Rp16.960 per USD hingga Rp17.028 per USD. Sementara year to date (ytd) return tercatat 1,99 persen.*

Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah berada di posisi Rp18.020 per USD. Mata uang Garuda tersebut juga berada di zona merah dengan mengalami pelemahan sebanyak 94 poin atau setara 0,52 persen dari Rp17.926 per USD.

Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp18.039 per USD turun sebesar 108 poin dari perdagangan sebelumnya di level Rp17.931 per USD.
  Baca juga: Jaga Rupiah, BI Tingkatkan Intensitas Intervensi di Pasar Valas

(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)
  Investor berhati-hati di tengah ketegangan militer
Ibrahim mengungkapkan, pergerakan kurs rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh sentimen investor yang tetap berhati-hati di tengah meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah. Washington mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon pada Rabu malam, meskipun kesepakatan tersebut bergantung pada penghentian permusuhan oleh Hizbullah.

Permusuhan baru pada Rabu termasuk laporan serangan rudal Iran terhadap Kuwait dan Bahrain serta serangan AS terhadap Pulau Qeshm Iran di dekat Selat Hormuz. Pasukan Israel memperluas operasi militer di Lebanon selatan, menargetkan daerah yang dikuasai Hizbullah, dalam beberapa hari terakhir.

Di AS, DPR yang dipimpin Partai Republik menyetujui resolusi pada Rabu untuk mencegah Trump melanjutkan perang melawan Iran. Agar berlaku, resolusi tersebut membutuhkan persetujuan Senat dan mayoritas dua pertiga di kedua kamar untuk mengesampingkan veto Trump yang hampir pasti.

"Perhatian kini beralih ke data ekonomi AS, khususnya laporan penggajian non-pertanian yang dipantau ketat pada hari Jumat. Pada Rabu, data dari perusahaan pemroses penggajian ADP menunjukkan perusahaan swasta AS menambah 122 ribu pekerjaan pada Mei, melebihi ekspektasi ekonom dan meningkat dari kenaikan bulan sebelumnya," urai dia.

Survei ISM pada Rabu menunjukkan ukuran harga yang dibayarkan oleh bisnis jasa AS melonjak ke level tertinggi sejak 2022, didorong oleh biaya yang lebih tinggi untuk produk minyak bumi dan komoditas lainnya. Data tersebut memperkuat ekspektasi Federal Reserve dapat mempertahankan suku bunga tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
  Risiko defisit fiskal mendekati 3%
Di sisi lain, Ibrahim menyatakan kekhawatiran yang meningkat setelah harga minyak mentah yang tinggi memicu risiko defisit fiskal mendekati level tiga persen dan keseimbangan eksternal, membuat kekhawatiran akan adanya intervensi negara yang lebih besar dalam komoditas, dan kegelisahan atas kemungkinan reklasifikasi MSCI terhadao pasar modal yang sampai saat ini masih belum ada keputusan pasti.

Sementara itu, data perdagangan April menunjukkan surplus memudar karena biaya impor minyak yang melonjak tinggi melampaui ekspor. Inflasi Mei meningkat menjadi 3,08 persen, di atas titik tengah target bank sentral dampak dari kenaikan harga-harga barang impor.

Kemudian, Moodys’s Ratings memberikan peringkat pertamanya untuk PT Danantara Investment Management pada level Baa2. Peringkat sementara untuk global medium-term note yang belum diterbitkan oleh Danantara Investment Management. Namun Moody’s menyampaikan outlook atas peringkat Danantara Investment Management berada di level negative.

Sementara terkait outlook negatif tersebut, Moody’s menilai penilaian ini berdasarkan kaitan kuat antara Danantara Investment Management, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, dan Pemerintah Indonesia sebagai pemilik penuh Danantara. 

"Dalam jangka panjang, peringkat tersebut kemungkinan akan bergerak sejalan dengan peringkat sovereign Indonesia. Peringkat Danantara Investment Management bisa turun, jika peringkat soveregin Indonesia melemah," terang Ibrahim.

Melihat berbagai perkembangan tersebut, Ibrahim memprediksi rupiah pada perdagangan Jumat besok akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan kembali melemah.

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp18.050 per USD hingga Rp18.120 per USD," jelas Ibrahim.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketua Timwas DPR soal Haji 2026: Sudah Lakukan Transformasi yang Bagus
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Update Cuaca 4 Juni 2026: Hujan Masih Mengguyur Banyak Kota, Cek Wilayahmu
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KPK: Duit Peras WNA Disimpan Pakai Rekening OB hingga Cleaning Service
• 1 jam laludetik.com
thumb
Link Live Streaming Timnas U19 Indonesia Vs Timor Leste, Kick-Off Nanti Malam Jam 20.00 WIB
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Timwas DPR: Pelayanan Haji 2026 Lebih Terukur, Jemaah Dapat Fasilitas Memadai
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.