Perusahaan Amerika Komitmen Tambah Investasi di Bali

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, DENPASAR – Perusahaan asal Amerika Serikat tetap berkomitmen menambah investasinya di Bali walaupun di tengah ketidakpastian global dan kondisi domestik.

Saat ini nilai investasi Amerika Serikat di Bali hingga kuartal I/2026 Rp661,58 miliar, berada di posisi kelima setelah Prancis, Australia, Rusia dan Singapura. Sebaran Investasi berdasarkan sektor hotel dan restoran berjumlah 90 dengan nilai investasi sebesar Rp.279,87 miliar. Perumahan, kawasan industri dan perkantoran berjumlah 277 dengan nilai investasi sebesar Rp252,17 miliar. 

Kemudian perdagangan dan reparasi berjumlah 57 dengan nilai investasi sebesar Rp29,88 miliar. Jasa Lainnya sebesar Rp94,82 miliar. Industri Kimia dan Farmasi berjumlah 21 dengan nilai investasi sebesar Rp2,04 miliar.

Salah satu perusahaan Amerika Serikat yang berkomitmen menambah investasi yakni Marriott International, perusahaan yang memiliki 27 hotel di Pulau Dewata. Menurut Saraswati Subadja, Perwakilan Marriott International, sebagai perusahaan yang telah lama beroperasi di Bali, Marriot berkomitmen mengembangkan pariwisata Bali melalui penambahan properti atau hotel di Bali. 

"Secara umum di Bali akan ada tambahan hotel (Marriot), tapi lokasi tepatnya kami belum bisa sampaikan," jelas Saraswati di acara US-ASEAN Business Council, Kamis (4/6/2026). 

Menurutnya Bali dinilai masih sangat potensial untuk investasi, karena daya tarik pariwisata Bali masih sangat tinggi secara global. 

Baca Juga

  • Kredit Investasi di Bali Tumbuh 16,92 Persen
  • Sandiaga Uno Siap Investasi di MUTU, Bidik Peluang Ekonomi Hijau
  • WNA Tertipu Investasi Properti Bodong di Lombok, Begini Respons Pemda

Selain menambah properti, Saraswati juga menjelaskan grub hotel Marriot secara konsisten menggunakan produk lokal Bali, seperti sayur, buah, beras, dan komoditas lainnya. Hingga saat ini nilai serapan produk lokal Bali mencapai Rp14 miliar, ke depan nilai tersebut akan terus bertambah seiring dengan penambahan hotel di Bali. 

Disinggung terkait global yang dinamis, dan melemahnya rupiah terhadap dolar, menurut Saraswati tidak begitu berdampak signifikan terhadap operasional perusahaan, apalagi produk yang digunakan Marriot merupakan produk lokal. "Yang perlu diperhatikan energi, dari mana asalnya," kata Saraswati. 

Sementara itu Gabrielle Angriani, Director of Government Affairs, Corporate Communications, and Sustainability, PepsiCo Indonesia, menjelaskan PepsiCo terus mengupayakan berbagai inisiatif terkait keberlanjutan lingkungan dan pengembangan komunitas masyarakat, termasuk di Bali. 

"Baru-baru ini kami juga memberikan dukungan pendanaan dan mentoring bagi startup pengelolaan sampah asal Bali, Bali Waste Cycle melalui program Greenhouse Accelerator, karena PepsiCo percaya kolaborasi aktif multipihak sangatlah dibutuhkan dalam menghasilkan solusi efektif untuk mengatasi masalah sistemik dalam pengelolaan sampah kemasan,” jelas Anggraini.

Di bidang kesehatan dan gizi, Herbalife, yang telah hadir sejak tahun 1998 di Indonesia, menjalankan Program Casa Herbalife sejak 2019 untuk mendukung peningkatan kualitas nutrisi anak-anak di Kabupaten Karangasem dan Buleleng. 

Arif Mustolih, Director of Public Affairs Indonesia, Malaysia, and Singapore, Herbalife menjelaskan walaupun tidak ada investasi langsung di Bali seperti Marriot, Herbalife memiliki 7.500 seller yang juga berkontribusi terhadap ekonomi dan sumber daya manusia Bali melalui gaya hidup sehat.

“Kami percaya kualitas sumber daya manusia merupakan pondasi penting bagi pembangunan ekonomi jangka panjang. Melalui program senilai US$233,746, yang telah menjangkau ratusan anak ini, kami berharap dapat membantu menciptakan generasi yang lebih sehat, produktif, dan siap berkontribusi untuk mencapai Indonesia Emas di tahun 2045,” ujar Arif Mustolih.

Inovasi lain juga dilakukan oleh Corteva Agriscience, perusahaan AS di bidang teknologi pertanian. Melalui kemitraan dan pengembangan kapasitas petani beras dan sayuran yang ada di Bali, Corteva terus berkomitmen untuk melakukan alih pengetahuan dan teknologi untuk memaksimalkan produktivitas petani.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Soal Eks Pimpinan BGN yang Terjerat Kasus: Ada Laporan Kejanggalan
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Bakal Terima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes Negara Sahabat Pekan Ini
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Rupiah Melemah, Klaim Asuransi Kesehatan Astra Berpotensi Naik
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Wow! Dadan Hindayana Cs Diduga Mark Up Motor Listrik hingga Sepatu
• 22 jam laludisway.id
thumb
Selat Hormuz Geger! F-35 Diduga Menembus Pertahanan Iran dan Menghancurkan Radar Kebanggaan Beijing
• 10 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.