TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Petugas keamanan di kawasan Ruko Golden Vienna, Serpong, Tangerang Selatan, menjelaskan alasan pemasangan pembatas besi yang sempat menjadi sorotan karena melintang di trotoar dan mengganggu akses pejalan kaki.
Sekuriti setempat, Haqqi (40), mengatakan pembatas tersebut dipasang sebagai bagian dari upaya pengamanan kendaraan di area parkir yang dikelola paguyuban setempat.
Menurut dia, pembatas itu dibuat untuk mengatur akses keluar-masuk kendaraan sehingga pergerakan kendaraan dapat lebih mudah dipantau oleh petugas keamanan.
Baca juga: Viral Trotoar Ditutup Besi di Serpong Tangsel, Pengelola Langsung Potong Pembatas
"Tujuannya gini, parkiran ini kan dua arah, semua bisa masuk. Jadi kita pasang satu penjagaan di sana biar motor ini enggak ada yang hilang. Jadi terfilter sama kita untuk pengamanan," ujar Haqqi saat ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis (4/6/2026).
Haqqi menjelaskan, pemasangan pembatas dilakukan setelah beberapa kali terjadi kasus kehilangan sepeda motor di sekitar kawasan Golden Vienna.
"Karena akhir-akhir ini banyak motor yang hilang di luar sana. Dicoba meminimalisir seperti ini supaya tetap gratis parkirnya," kata dia.
Baca juga: Pria di Cirendeu Tangsel Dihajar Massa Usai Curi Motor yang Diservis
Ia menuturkan, dalam beberapa bulan terakhir telah terjadi sejumlah kasus pencurian kendaraan di sekitar kawasan tersebut.
Bahkan, pelaku pencurian sempat tertangkap setelah membobol sepeda motor milik warga.
"Terakhir di sini kejadian sempat dikejar sama sekuriti malingnya, motornya sudah dibobol. Itu kira-kira dua bulan yang lalu," kata Haqqi.
Berangkat dari kejadian tersebut, pengelola kemudian memasang pembatas besi yang memanjang hingga ke area trotoar untuk membatasi akses kendaraan roda dua menuju area parkir.
Baca juga: Harga Bahan Pokok Melonjak, Warteg di Tangsel Hapus Menu Favorit dan Kurangi Porsi
Namun, keberadaan pembatas itu menuai kritik setelah videonya beredar luas di media sosial.
Banyak warganet menilai pemasangan besi tersebut menghalangi hak pejalan kaki untuk menggunakan trotoar.
Menanggapi respons tersebut, pengelola akhirnya melakukan penyesuaian dengan memotong sebagian pembatas agar trotoar kembali dapat dilalui dengan lebih leluasa.
"Itu kan video kalau enggak salah tanggal 1, besoknya langsung kita potong," ucap dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




