BGN Sasar Kantin Sekolah dan Kolaborasi Multi-Pihak di Wilayah 3T

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan konsolidasi dan penguatan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pendekatan yang lebih adaptif dan efisien di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Langkah strategis ini diambil untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga tanpa harus membebani anggaran negara secara berlebihan.

Kepala BGN, Nanik S Deyang, menjelaskan bahwa upaya pengembangan MBG tidak hanya fokus pada pembangunan dapur baru, melainkan juga mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada seperti kantin sekolah, dapur umum, dan fasilitas komunitas yang memenuhi standar operasional program.

“Jadi ada beberapa alternatif, intinya untuk mengurangi beban anggaran APBN. Dan kita intinya tidak harus membangun dapur baru, itu prinsipnya. Kita bisa menggunakan dapur-dapur, misalnya kantin sekolah,” kata Nanik dalam Konferensi Pers di Kantor Pusat BGN, Kamis (4/6).

Lebih lanjut, BGN membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk badan usaha milik negara, sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), yayasan, dan berbagai pihak lain yang ingin berpartisipasi dalam perluasan layanan MBG di wilayah yang membutuhkan.

Nanik menegaskan bahwa kualitas layanan menjadi prioritas utama dalam proses konsolidasi ini.

“Kami ingin memastikan setiap dapur menghasilkan makanan yang aman, sehat, dan bergizi. Karena itu, pembenahan standar operasional, peningkatan kapasitas SDM, serta penguatan pengawasan menjadi agenda utama kami,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menyampaikan bahwa penguatan tata kelola akan dilakukan melalui peningkatan sistem pengendalian internal, integrasi data, validasi informasi, serta pengembangan sistem yang lebih terstruktur dan terukur.

Menurut Agustina, tata kelola yang baik harus dibangun melalui sistem yang kuat agar pelaksanaan program berjalan secara akuntabel, transparan, dan berkelanjutan.

“Kami akan memperkuat integrasi data dan sistem informasi agar setiap kebijakan dapat didukung oleh data yang valid. Selain itu, berbagai rekomendasi dari lembaga pengawas akan menjadi bagian dari upaya penyempurnaan tata kelola yang sedang kami lakukan,” bebernya.

Dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini, BGN juga memperkuat intervensi kepada kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai sasaran utama program MBG.

Dengan pendekatan yang lebih adaptif dan kolaboratif ini, BGN berharap program Makan Bergizi Gratis dapat memberikan dampak signifikan dalam peningkatan gizi masyarakat di wilayah 3T secara berkelanjutan. (jpg/)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
‎Serang Balik Mantan Suaminya, Clara Shinta Ngaku Tak Pernah Terima Nafkah Anak Sejak Bercerai
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Terungkap! Anak Buah Eks Wamen Imipas Silmy Karim Diduga Beli Rumah Pakai Emas
• 53 menit laluokezone.com
thumb
Keluarga Kacab Bank Kecewa Vonis 3 Prajurit TNI, Desak Oditur Ajukan Banding
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
Cuci Gudang, Persija Jakarta Resmi Lepas 7 Pemain Asing Sekaligus
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Layanan Kesehatan Kini Hadir Lebih Dekat ke Warga Jakarta 
• 10 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.