Hakim Sebut Eks Wamenaker Noel Ebenezer Cederai Martabat Buruh yang Selama Ini Ia Bela

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menilai kasus korupsi yang menjerat mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel, telah melukai kepercayaan publik dan martabat buruh yang selama ini ia bela semasa menjabat di Kementerian Ketenagakerjaan.

Pengakuan itu menjadi salah satu pertimbangan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta saat membacakan putusan terhadap Noel, pada Kamis (4/6/2026).

Dalam pertimbangannya, Ketua Majelis Hakim Nur Sari Baktiana menilai Noel secara jujur mengakui kesalahan dan penyesalannya atas perkara yang menjeratnya.

“Terdakwa secara jujur mengakui bahwa terdakwa tidak cukup hati-hati dalam menjaga relasi dan lingkungan jabatannya sehingga terjerumus dalam perkara yang melukai kepercayaan masyarakat dan martabat buruh yang selama ini terdakwa bela,” kata majelis hakim dalam sidang putusan.

Baca juga: Hakim Akui Jasa Noel Ebenezer Bela Buruh, tetapi Tetap Beri Vonis 4,5 Tahun Penjara

Majelis hakim menilai Noel memiliki rekam jejak sosial dan birokrasi yang cukup baik selama menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan.

Namun, penerimaan uang Rp3 miliar dan satu unit motor Ducati Scrambler dalam perkara tersebut dinilai menunjukkan degradasi moral dan kelalaian dalam menjaga amanah jabatan publik.

“Penerimaan uang dan barang mewah tersebut menunjukkan sebuah degradasi moral dan integritas terdakwa serta kelalaian dalam menjaga amanah,” ujar hakim.

Dalam persidangan, Noel juga menyampaikan sejumlah capaian selama menjabat di Kementerian Ketenagakerjaan, mulai dari penerbitan surat edaran larangan penahanan ijazah, penghapusan syarat rekrutmen diskriminatif, hingga penanganan persoalan buruh.

Hakim menyatakan capaian tersebut terbukti benar dan nyata berdasarkan fakta persidangan.

Baca juga: Tidak Ajukan Banding, Noel Ebenezer: Saya Akui Kesalahan Saya

Meski demikian, majelis hakim menegaskan hal itu tidak menghapus pertanggungjawaban pidana Noel.

Atas perkara tersebut, Noel divonis 4 tahun dan 6 bulan penjara serta denda Rp250 juta subsider 3 bulan kurungan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selain itu, Noel juga dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp3,435 miliar.

Jika tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pakai Rompi Merah Muda, Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Bungkam Saat Digelandang ke Mobil Tahanan
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
4 Ancaman yang Harus Diwaspadai Kelompok Menengah Bawah Usai Dolar Tebus Rp18.000 Hari ini
• 6 jam laludisway.id
thumb
Prabowo Yakin Program MBG Berhasil: Bisa Buka 3 Juta Lapangan Kerja
• 22 jam laludetik.com
thumb
IHSG Berpotensi Tes Resistance di 6.000, Perhatikan ANTM, BUMI, DEWA, hingga MBMA
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Momen Ketua MA Lantik 9 Ketua Pengadilan Tingkat Banding di Gedung Mahkamah Agung | MA NEWS
• 9 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.