Atap SDN Kutorejo III Tuban Roboh, Pembelajaran Dialihkan Demi Keselamatan Siswa

beritajatim.com
7 jam lalu
Cover Berita

Tuban (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban bergerak cepat menangani kerusakan bangunan yang terjadi di SDN Kutorejo III, Kecamatan Tuban, guna memastikan keamanan lingkungan sekolah sekaligus menjamin kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Irma Putri Kartika, mengatakan bahwa kejadian robohnya sosoran atap teras terjadi pada siang menjelang sore hari setelah seluruh kegiatan pembelajaran selesai dilaksanakan pada Rabu (3/6/2026).

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun korban luka karena kejadian ini berlangsung setelah proses belajar mengajar berakhir, sehingga tidak ada siswa maupun tenaga pendidik yang berada di lokasi terdampak,” ujar Irma Putri Kartika, Kamis (4/6/2026).

Ia menjelaskan kondisi tersebut pertama kali diketahui oleh warga yang tinggal di depan sekolah dan segera dilaporkan kepada pihak terkait. Karena itu, pihaknya bersama Dinas PUPR Kabupaten Tuban langsung melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan kondisi bangunan dan kebutuhan penanganannya.

“Hasil asesmen awal, bagian yang roboh merupakan sosoran atap teras di luar ruang kelas 6 yang berada di lantai dua,” tambahnya.

Sosoran atap ini roboh akibat kerusakan yang diduga berasal dari material kayu penyangga yang telah mengalami pelapukan. Kerusakan tersebut berdampak pada dua ruang kelas di lantai atas, yakni ruang kelas 5 dan kelas 6.

“Kami dari Pemkab Tuban memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung dengan penyesuaian lokasi belajar,” jelas Irma.

Sebab, keselamatan peserta didik menjadi prioritas utama. Sementara itu, ruang kelas yang terdampak tidak digunakan dan kegiatan belajar dialihkan ke ruang kelas di lantai bawah dengan pengaturan jadwal masuk pagi dan siang. Dengan skema ini, proses pembelajaran tetap berjalan tanpa mengurangi hak belajar anak-anak.

“Sebagai langkah tanggap darurat, penanganan awal langsung dilakukan pada malam hari dengan melibatkan tenaga profesional untuk mengamankan area terdampak dan mencegah risiko kerusakan lanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Irma menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan telah melaporkan kondisi tersebut dan mengusulkan dukungan anggaran melalui Perubahan APBD Tahun 2026 guna mendukung perbaikan secara menyeluruh.

“Kami telah melaporkan kejadian dan mengusulkan kebutuhan anggaran pada PAPBD 2026. Harapannya, penanganan tidak hanya bersifat darurat, tetapi dapat dilakukan secara tuntas sehingga keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar di SDN Kutorejo III dapat kembali optimal,” pungkasnya. [dya/kun]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengakuan Influencer Makassar soal Penggunaan Whip Pink: Cari Sensasi Fly
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Masa Penahanan Richard Lee Diperpanjang hingga 3 Juli 2026, Penyidik Tunggu Jadwal Pelimpahan Tahap II
• 14 jam lalugrid.id
thumb
Menjaga Gula Harian Anak Bisa Dimulai dari Pemilihan Kecap Manis
• 4 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Lowongan Kerja BCA Juni 2026 Dibuka, Tersedia Posisi untuk Fresh Graduate hingga Profesional
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Siswi SMA di Sidoarjo Disetubuhi Ayah Kandung Berulang Kali, Kini Hamil 4 Bulan
• 11 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.